Pemprov DKI Bangun Saringan Sampah di Kali Ciliwung, Disebut Mampu Hancurkan Kayu hingga Kasur

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membangun saringan sampah Kali Ciliwing TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Kali Ciliwung di Jagakarsa - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membangun saringan sampah Kali Ciliwing TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membangun saringan sampah Kali Ciliwing TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan proses penyaringan sampah di lokasi tersebut jika pembangunannya telah rampung.

Ia mengatakan, penyaringan sampah nantinya dibagi dalam dua tahapan. Begitu pun dengan proses pencacahan sampah.

"Saringan tahap satu berfungsi untuk menangkap sampah-sampah ukuran di atas 50 Cm, mengangkat dari badan air, menempatkannya di conveyor untuk dihancurkan menjadi ukuran lebih kurang 5-20 Cm," kata Asep di lokasi, Senin (26/9/2022).

Sedangkan saringan tahap dua berfungsi menangkap sampah yang berukuran di atas 20-50 Cm. Sampah-sampah tersebut lalu dihancurkan menjadi ukuran 3-5 Cm.

Baca juga: Gubernur Anies Baswedan Tinjau Proyek Saringan Sampah Kali Ciliwung, Teringat saat Awal Menjabat

"Untuk pencacah tahap satu berfungsi mencacah sampah berukuran besar seperti kayu, bambu, kasur, bekas bangunan, pertanian, dan lain-lain menjadi ukuran 10-20 Cm," papar Asep.

Ia menuturkan, fungsi pencacah tahap dua tak jauh berbeda dengan tahap satu. Hanya saja, sampah akan dihancurkan menjadi ukuran 3-5 Cm.

Aliran Kali Ciliwung di permukiman warga RW 05 Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2021)
Aliran Kali Ciliwung  (TribunJakarta/Bima Putra)

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pembangunan saringan sampah itu dibuat untuk mengendalikan sampah yang masuk ke Jakarta.

Sebab, selama ini sampah yang masuk ke Jakarta melalui Kali Ciliwung dari daerah perbatasan berpusat di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat.

"Ketika mulai bekerja di Jakarta di awal 2018 itu Sungai Ciliwung meningkat airnya dan di Pintu Air Manggarai terjadi timbunan sampah yang luar biasa banyak. Kemudian pada saat itu, saya tanyakan pada tim 'ini sampah dari mana?'. Sampah banyak datang justru dari kawasan dari luar Jakarta masuk melalui sungai Ciliwung," kata Anies di lokasi.

Berdasarkan temuan tersebut, lanjut Anies, Pemprov DKI Jakarta mulai menyusun rencana untuk membuat saringan sampah.

"Kemudian dibahas, didiskusikan, dan diputuskan untuk dilakukan pembangunan saringan sampah di tempat sebelum masuk pemukiman yang padat, kawasan yang lebih padat," ujar dia.

Menurutnya, program penyaringan sampah ini merupakan yang pertama kali di Indonesia.

Baca juga: Paradesa Park, Surga Tersembunyi di Tepi Sungai Ciliwung Bogor

"Ini adalah proyek pertama kali dan bahkan pertama kali di Indonesia  ada penyaringan seperti ini," tutur Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI itu menargetkan pembangunan saringan sampah Kali Ciliwung segmen TB Simatupang ini rampung pada akhir tahun 2022.

"Harapannya sebelum akhir tahun ini sudah selesai dan di musim penghujan mudah-mudahan besok hujan deras terjadi di kawasan hulu, maka air yang masuk ke Jakarta daerah Sungai Ciliwung tidak lagi air penghantar sampah, tapi air yang sudah tersaring," kata Anies.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved