Mahkota Properti Tawarkan 5 Cara Kepada Para Kreditur

Bahkan ada beberapa kreditur yang telah selesai atau mengurangi utang dengan melakukan top up konversi asset properti.

Editor: Elga H Putra
Istimewa
Direktur PT. Mahkota Properti Indo Permata dan juga Direktur PT. Mahkota Properti Indo Senayan, Hamdriyanto mengatakan, pihaknya menawarkan lima cara untuk menyelesaikan kewajiban dalam waktu 5 tahun. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sejak tahun 2020 di masa pandemik Covid 19, PT Mahkota Properti Indo Senayan telah menawarkan beberapa program percepatan penyelesaian kepada para kreditur.

Bahkan ada beberapa kreditur yang telah selesai atau mengurangi utang dengan melakukan top up konversi asset properti.

Direktur PT. Mahkota Properti Indo Permata dan juga Direktur PT. Mahkota Properti Indo Senayan, Hamdriyanto mengatakan, pihaknya menawarkan lima cara untuk menyelesaikan kewajiban dalam waktu 5 tahun.

Hal itu sesuai dengan putusan homologasi perusahannya.

Adapun kelima cara tersebut, ujarnya yaitu, cash waterfall, konversi asset saham, konversi asset kavling gudang Cikande, top up konversi asset properti dan transaksi cessie yang bekerja sama dengan pihak ke tiga.

Baca juga: VIRAL Ekspresi Puan Maharani Saat Bagi-bagi Kaos di Pasar: Muka Masam Sambil Ngedumel ke Pengawal

"Sampai dengan saat ini ke 5 program tersebut telah berjalan dan telah menyelesaikan lebih dari 20 persen dari kewajiban kami dan akan terus berjalan," tutur Hamdriyanto, Selasa (27/9/2022).

Hamdriyanto mengakui perusahaan yang dipimpinnya ini telah menghadapi beberapa gugatan pembatalan homologasi di PN Jakarta Pusat yang di lakukan oleh beberapa kreditor.

Baca juga: Anies Basewedan Cuek Dilaporkan ke Bawaslu Soal Penyebaran Tabloid Bergambar Dirinya di Malang

Namun hasil dari gugatan gugatan tersebut telah ditolak oleh hakim PN Jakarta pusat dan perusahaannya juga telah melakukan gugatan secara perdata kepada kreditor dengan nilai 5 kali dari nilai tagihan.

"Upaya yang kami lakukan adalah demi menjaga keberlangsungan perusahaan dan menjaga kemampuan perusahaan agar dapat memenuhi kewajiban dalam perjanjian perdamaian atau homologasi dan menjaga kepentingan ribuan kreditor kami," tuturnya.

Hamdriyanto menjelaskan, dia telah menginformasikan kepada seluruh kreditor, bahwa perusahaannya memiliki saham di TOPS dan IKAI.

Kedua perusahaan itu saat ini masih aktif dan pada tahun ini telah membukukan kontrak baru senilai Rp 1,5 Triliun.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved