Halte Transjakarta Bundaran HI Tutupi Patung Selamat Datang, PDIP Ingatkan Pemprov DKI soal Aturan

Bila nantinya memang harus dibongkar, ia mewanti-wanti Pemprov DKI Jakarta agar revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran HI selanjutnya harus

Kompas.com/Nirmala Maulana Achmad
Pembangunan atau revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran HI, Jakarta Pusat, yang menuai polemik dan diprotes sejarawan JJ Rizal lantaran menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang. 

"Bayangkan, betapa bangganya pemerintah dan rakyat Indonesia ketika Monumen Selamat Datang didirikan ketika itu. Patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan itu bukan sekedar pajangan. Namun lebih kepada bahwa Indonesia pantas diperhitungkan di kancah dunia dengan kesiapannya menggelar perhelatan pesta olahraga se-Asia yang ke-4," lanjutnya.

Dengan gambaran sejarah tersebut, pihaknya kian bulat untuk memanggil Transjakarta.

"Apa sepadan jika arah tepat lambayan tangan sepasang manusia pada Monumen Selamat Datang sengaja dihalangi dengan alibi revitalisasi?," pungkasnya.

TACB dan TSP Bakal Panggil TJ juga

Direktur Utama PT Transjakarta Yana Aditya kala rapat bersama jajaran Komisi B DPRD DKI, Senin (6/12/2021)
Direktur Utama PT Transjakarta Yana Aditya kala rapat bersama jajaran Komisi B DPRD DKI, Senin (6/12/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta bakal PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) imbas revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang disebut menutupi Patung Selamat Datang.

Hal ini disampaikan anggota TACB DKI Jakarta, Candrian Attahiyyat.

"Itu sudah kita rapatkan internal TACB TSP untuk memanggil Transjakarta," ucapnya kepada wartawan, Kamis (29/8/2022).

Lebih lanjut, Candarian memastikan bila pihaknya memberikan sejumlah opsi untuk pihak Transjakarta.

Sebab, secara etika pengerjaan revitalisasi halte tersebut harus melalui persidangan bersama pihak TACB dan TSP.

"Ada opsi opsi yang disampaikan kepada pihak Transjakarta apa keputusannya, apakah ada kompromi direndahkan atau dibongkar, belum dapat kesimpulan yang pasti ya karena belum memanggil mereka," lanjutnya.

Menurutnya, permasalah ini bukanlah hal yang baru. Pasalnya, pembangunan revitalisasi di kawasan objek diduga cagar budaya (ODCB) juga terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

"Ini kan masalahnya bukan yang di HI, kita juga melihat di Jatinegara yang tempatnya gereja di apa itu, saya ga tau persis tapi depan gereja koinonia (GPIB Koinonia). Itu kan menjulang dan salah satu di antara halte ikonik yang akan dibangun dan berarti persoalannya tidak hanya di Hotel Indonesia tetapi juga di Jatinegara," pungkasnya.

Baca juga: Lebih Tiga Bulan, Jakpro Baru Dapat Kantor Akuntan yang Mau Audit Laporan Keuangan Balap Formula E

Diwartakan sebelumnya, Sejarahwan JJ Rizal desak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhenti melanjutkan revitalisasi halte Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Diungkapkan melalui Twitter pribadinya, JJ Rizal menyebut revitalisasi halte Transjakarta Tosari-Bundaran Hotel Indonesia (HI) tersebut merusak karena menutupi pandangan ke arah Patung Selamat Datang yang berstatus objek diduga cagar budaya (ODCB).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved