Plaftom Bus Management System Buat Layanan Bus di Bandara Soekarno-Hatta Makin Nyaman

Bandara Soekarno-Hatta memperkuat digitalisasi pada layanan transportasi bus melalui platform digital Bus Management System, Rabu (5/10/2022).

Istimewa
Plaftom Bus Management System di Bandara Soekarno-Hatta. Bandara Soekarno-Hatta memperkuat digitalisasi pada layanan transportasi bus melalui platform digital Bus Management System, Rabu (5/10/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bandara Soekarno-Hatta memperkuat digitalisasi pada layanan transportasi bus melalui platform digital Bus Management System.

PT Angkasa Pura Sarana Digital (APSD), bagian dari Angkasa Pura II Group, pada awal bulan ini meluncurkan platform tersebut dalam rangka soft launching untuk digunakan oleh seluruh operator bus di Bandara Soekarno-Hatta guna mewujudkan pengelolaan dan layanan bus yang lebih modern dan profesional.

Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri saat ini tersedia berbagai rute bus dari dan ke Jabodetabek maupun wilayah lainnya yang dilayani oleh 11 operator bus (PO) dan shuttle, yakni Damri, Primajasa, HIBA Utama, Sinar Jaya, Big Bird, PPD, AGRA Mas, Lorena, Jackal Holidays, Lintas Shuttle dan Citirans. Setiap harinya, jumlah penumpang bus dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta berkisar 4.000 penumpang/hari.

 

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pengembangan yang dilakukan di bandara AP II mengedepankan penggunaan teknologi dan kolaborasi di antara stakeholder untuk memberikan journey experience terbaik bagi penumpang pesawat.

“Pemanfaatan teknologi di bandara AP II mencakup seluruh lini operasional dan pelayanan. Di Bandara Soekarno-Hatta telah dilakukan soft launching platform Bus Management System untuk pengelolaan layanan transportasi darat khususnya bus yang lebih modern dan profesional, sehingga memberikan kenyamanan dan journey experience terbaik bagi penumpang pesawat pada periode post-journey atau saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta untuk kemudian menggunakan bus menuju tujuan akhir,” ujar Muhammad Awaluddin. dalam keterangan tertulis, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: 20 Pemuda Sekitar Bandara Angkasa Pura II Dapat Pendidikan Dasar Aviation Security

Muhammad Awaluddin mengungkapkan transportasi darat di bandara adalah layanan yang sangat penting bagi traveler.

"AP II selaku operator bandara berkewajiban memastikan tersedianya layanan transportasi darat untuk akses dari dan ke bandara. Tidak hanya itu, AP II secara berkelanjutan selalu meningkatkan layanan transportasi darat seperti saat ini kami memperkenalkan platform Bus Management System untuk layanan yang lebih baik," katanya.

Muhammad Awaluddin menuturkan AP II berupaya mewujudkan Bandara Soekarno-Hatta sebagai pusat perekonomian yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan teknologi modern guna memudahkan aktivitas masyarakat.

“Kami berharap pengelolaan transportasi darat khususnya bus yang dilakukan secara modern dan profesional di Bandara Soekarno-Hatta melalui platform Bus Management System ini dapat menjadi contoh pengelolaan transportasi darat bagi bandara AP II lainnya, dan juga bagi fasilitas pubik lainnya,” ujar Muhammad Awaluddin.

Bus Management System

Direktur Utama PT Angkasa Pura Sarana Digital Ferdian Agustiana mengungkapkan platform Bus Management System dapat mengintegrasikan atau menghubungkan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) pada layanan bus di Bandara Soekarno-Hatta.

Ferdian Agustina menuturkan melalui Bus Management System, Hardware seperti vending machine untuk pembelian tiket bus, Passenger Information Display System (PIDS), boarding system (autogate) dan Vehicle Tracking System akan terintegrasi atau terhubung langsung dengan software berupa dashboard management yang digunakan oleh operator bus, AP II sebagai operator bandara dan stakeholder lainnya termasuk penyedia pembayaran digital seperti QRIS, perbankan dan penyedia dompet elektronik.

“Pengembangan hardware dan software di layanan transportasi bus tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi melalui Bus Management System. Platform inni memberikan solusi End-to-End, atau sistem yang memberikan solusi dari awal hingga akhir proses,” jelas Ferdian Agustina.

Baca juga: Bertahun-tahun Tutup, Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Buka Kembali Penerbangan Internasional

“Melalui platform ini, operator bus dapat mengelola operasional bus dengan baik mulai dari lokasi parkir, kemudian menuju shelter bus di Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3, lalu melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir. Operator bus juga dapat memantau jumlah penumpang secara digital, serta mengelola pendapatan per unit bus dengan mudah. Kami berharap ini dapat membantu optimalisasi armada bus di Bandara Soekarno-Hatta.”

“Bus Management System juga memberikan kemudahan bagi traveler atau penumpang pesawat serta pengunjung bandara, khususnya semakin mudah dalam membeli tiket bus secara cashless melalui vending machine, informasi waktu kedatangan bus di shelter yang semakin akurat, serta proses naik bus yang lebih teratur melalui autogate. Ini menghadirkan seamless journey experience bagi traveler dalam menggunakan transportasi darat yaitu bus untuk menuju tujuan akhir,” ujar Ferdian Agustiana.

Melalui implementasi Bus Management System, AP II semakin mewujudkan Bandara Soekarno-Hatta sebagai Smart-Connected Airport (bandara pintar yang mengedepankan teknologi dan kolaborasi), dan membawa sektor pengelolaan bandara nasional dapat meningkatkan daya saing di antara bandara-bandara lainnya di dunia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved