Dua Rumah Warga Bidara Cina "Hilang" Diterjang Banjir Kali Ciliwung

Korban, Sukanta (67) mengatakan rumahnya dan seorang warga lain roboh setelah diterjang banjir luapan Kali Ciliwung dengan ketinggian sekitar dua mete

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kondisi dua rumah warga Kelurahan Bidara Cina yang roboh diterjang banjir luapan Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (16/10/2022).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Dua rumah warga RT 07/RW 05, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur roboh terdampak banjir luapan Kali Ciliwung.

Korban, Sukanta (67) mengatakan rumahnya dan seorang warga lain roboh setelah diterjang banjir luapan Kali Ciliwung dengan ketinggian sekitar dua meter pada Senin (10/10/2022).

"Kejadiannya pas Selasa (11/10) sekira jam 09.00 WIB. Sebelumnya kan banjir hari Senin itu karena (Bendungan) Katulampa siaga I," kata Sukanta di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (16/10/2022).

Tidak ada korban akibat kejadian karena rumah dalam keadaan kosong, namun seluruh harta benda termasuk surat dokumen kependudukan ludes terbawa aliran Kali Ciliwung.

Dari dua bangunan yang terdampak kerusakan rumah Sukanta paling parah karena seluruh bangunan roboh, sementara rumah tetangganya roboh pada bagian belakang saja.

Baca juga: Jaktim dan Jaksel Kerap Banjir, Wagub Ariza Bilang DKI Siap Hadapi Cuaca Ekstrem

"Enggak ada yang bisa diselamatkan. Sekarang saya sama istri dan anak-anak sementara tidur di rumah anak yang mengontrak enggak jauh dari sini. Masih di RW 05, beda RT saja," ujarnya.

Kondisi dua rumah warga Kelurahan Bidara Cina yang roboh diterjang banjir luapan Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (16/10/2022). 
Kondisi dua rumah warga Kelurahan Bidara Cina yang roboh diterjang banjir luapan Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (16/10/2022).  (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Meski roboh, Sukanta menuturkan tidak menuntut Pemkot Jakarta Timur memperbaiki rumahnya karena sadar membangun rumah di bantaran Kali Ciliwung dilarang.

Sebelum kejadian pun rumahnya sudah beberapa kali rusak terdampak banjir luapan Kali Ciliwung, tapi kondisi sekarang paling parah karena seluruh bagian bangunan roboh.

"Sebelumnya enggak sampai tanahnya terbawa, sekarang sampai tanahnya terbawa. Saya optimis saja, mau bagaimana lagi. Sudah tinggal di sini dari lama," tuturnya.

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved