Penjabat Pengganti Anies Baswedan

Aktifkan Progam Ahok, Heru Budi Hartono Ungkap Kendala Aplikasi Warisan Anies Baswedan

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaktifkan kembali program era Jokowi atau Ahok. Ia ungkap kendala program Anies Baswedan.

Tayang:
Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Pengaduan warga dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaktifkan kembali program era Jokowi atau Ahok. Ia ungkap kendala program Anies Baswedan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaktifkan kembali program era Gubernur Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Progam tersebut yakni meja pengaduan masyarakat di Balai Kota DKI Jakarta.

Heru mempersilakan bagi masyarakat yang ingin datang secara langsung untuk mendiskusikan berbagai permasalahan yang dialaminya kepada petugas Pemprov DKI Jakarta.

Heru Budi Hartono pun mengungkapkan kendala aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang diluncurkan era Gubernur Anies Baswedan.

Ia mengatakan aplikasi JAKI masih bisa digunakan masyarakat.

Baca juga: Bakal Datangi Faskes, Aksi Heru Budi Hartono Hadapi Lonjakan Kasus Gangguan Ginjal Akut di Jakarta

Tetapi, Heru Budi Hartono menyebutkan banyak dari pengurusan aduan masyarakat yang disampaikan melalui JAKI tersendat di kelurahan.

"JAKI tetap jalan, banyak masyarakat yang merasa tersendat di Kelurahan saat mengadu pakai JAKI," kata Heru di Pendopo Balai Kota DKI, Kamis (20/10/2022).

Aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
Aplikasi Jakarta Kini (JAKI). (Tangkap layar Google Playstore)


Menurut Heru, untuk memaksimalkan pelayanan aplikasi JAKI, perlu sumber daya yang harus diperbarui dan bersinergi dengan lini masyarakat yang lain.

"Contohnya, ketika ada 10 laporan yang masuk tentu harus dilihat berapa yang diurus oleh lurah atau camat," ujar Heru.

Baca juga: Heru Budi Hartono Temui Kapolda Metro Irjen Fadil Imran Bahas Kemacetan hingga Ketertibkan Kota

"Mereka harus bersinergi dengan pihak terkait. Misalnya masalah lingkungan atau kebersihan. Lurah atau camat harus bersinergi dengan pasukan biru dan orange untuk membereskan masalah yang dilaporkan masyarakat," kata Heru.

Heru pun mengatakan pihaknya saat ini sedang mensosialisasikan lagi aplikasi JAKI.

Hal tersebut, dikarenakan masih ada beberapa orang yang merasa kesulitan menggunakan aplikasi JAKI.

"Sekarang sedang disosialisasikan lagi masyarakat yang masih belum familiar dengan JAKI. Dan juga ada yang lapor terkait JAKI, katanya ibu-ibu di sana nggak bisa masukin berkas lewat scan yang ada di JAKI," ujar Heru.

Sebelumnya, Heru Budi Hartono melakukan pantauan di posko pelayanan aduan masyarakat, di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam pantuan Heru, tepat pada hari ketiganya bertugas sebagai Pj Gubernur DKI, Rabu (19/10/2022), ia mengatakan ada beberapa warga yang datang dan mengadu.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Lukas)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved