Viral di Media Sosial

'Pusing' Ucap Bocah ke Warga Usai Ditusuk OTK Sepulang Ngaji, Tergeletak di Jalan dengan Baju Basah

"Pusing," ucap seorang bocah kelas 6 SD berinisial PS (12) kepada warga yang hendak menolongnya. Kala itu PS tergelak di jalan seusai ditusuk OTK.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Kolase Tribun Jakarta
Seorang warga bernama Faisal Ansory, menceritakan saat ia menolong bocah berinisial PS yang ditusuk OTK sepulang mengaji, di Kota Cimahi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - "Pusing," ucap seorang bocah kelas 6 SD berinisial PS (12) kepada warga yang hendak menolongnya.

Kala itu PS baru saja ditusuk oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Mukodar, RT 04/07, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (19/10/2022).

Peristiwa penusukan PS terekam CCVT. Pada rekaman CCTV, tampak bocah SD itu sedang berjalan bersama seorang temannya.

TONTON JUGA

Ia terlihat mengenakan baju merah dan kerudung hitam, sementara temannya mengenakan baju hitam putih dan kerudung hitam.

Keduanya kemudian berpisah di persimpangan jalan menuju ke arah yang berlawanan.

Kemudian lewat seorang pria mengenakan motor dengan ciri-ciri mengenakan kaos berwarna putih.

Pria itu kemudian berhenti di gang tersebut lalu mematikan motornya dan berjalan menghampiri  PS.

Setelah itu pria tersebut tampak berlari dari arah bocah SD tersebut menuju ke motornya.

Baca juga: Dirudapaksa Teman, Bocah 12 Tahun di Depok Dicekoki Miras dan Pil Sampai Tak Sadar

Ia lalu menyalakan motornya dan kemudian pergi.

Pada rekaman CCTV yang lainnya, terlihat PS berjalan terseok-seok setelah ditusuk pria tersebut.

Bocah SD itu terlihat memegang kerudungnya di tangan kanan.

Tak kuat menahan sakit di punggungnya, PS lalu tumbang dengan kondisi bajunya yang basah karena darah.

Melihat PS terkapar di jalan, sejumlah warga langsung mengerubungi korban.

Terduga pelaku penusukan bocah 12 tahun di KBB saat turun dari motor lalu mengejar korban
Terduga pelaku penusukan bocah 12 tahun di KBB saat turun dari motor lalu mengejar korban (Istimewa/ tangkapan CCTV)

Baca juga: Video Detik-detik Bocah Seusai Ditusuk OTK di Cimahi, Sebelum Meninggal Terseok-seok Pulang ke Rumah

Seorang warga bernama Faisal Ansory, yang merasa kasihan dengan kondisi PS, langsung berusaha membawa korban ke klinik terdekat.

“Saya lihat itu pas ketika si anak lagi tergeletak dikerumunin banyak orang. Saya turun dari mobil, melihat anak kasihan, saya bawa ke mobil, saya bawa ke klinik,” tuturnya.

“Bajunya basah. Kirain saya bukan darah,” kata dia.

Faisal Ansory lalu mengungkap kalimat terakhir yang diucapkan PS sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

Menurutnya, saat hendak dibawa ke klinik, bocah SD itu masih sadarkan diri dan sempat ditanya oleh orang yang membawanya.

Baca juga: Bocah Perempuan Meninggal Setelah Ditikam Saat Pulang Mengaji, Ambruk Sebelum Sampai Rumah

Ia menjelaskan kondisinya saat itu yang sudah lemas dan kepalanya pusing.

“Pas turun mobil si anak sempat sadar dulu sebentar, ditanya sama supir dia menjawab 'pusing'. Ditanya rumah, dia bilang dekat Limito,” jelasnya.

Dirinya pun mengungkap kalau itu merupakan kalimat terakhir dari bocah SD tersebut sebelum meninggal dunia.

“Sesudah itu dia enggak bicara apa-apa, mungkin udah lemas,” katanya lagi.

Ia pun terkejut saat mengetahui kondisi bocah itu yang sudah kehabisan oksigen dan dirujuk ke rumah sakit.

Baca juga: Terungkap Alasan Bocah Bertindak Asusila pada Temannya di Empang Kalideres: Kecanduan Film Biru

“Sampainya di klinik, saya minta pertolongan, dibilang sudah habis oksigen, Disaranin ke Rumah Sakit Rajawali, karena tidak ada persediaan oksigen di klinik,” ujar dia.

Kemudian dirinya pun langsung membawa korban ke Rumah Sakit Rajawali.

Saat itu ia melihat kondisi korban sudah pucat karena kehabisan oksigen dan darahnya terus mengalir.

“Saat di perjalanan ke rumah sakit, kami melihat ini anak pucet banget. Mungkin di perjalanan ke rumah sakit si anak sudah meninggal,” katanya lagi.

Faisal Ansory pun mengungkap isi tas bocah SD tersebut saat ditemukan dalam kondisi tak berdaya.

Di media sosial beredar video yang merekam detik-detik setelah bocah berinisial PS (12) ditusuk orang tak dikenal (OTK) di Jalan Mukodar, RT 04/07, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi terekam CCTV, Rabu (19/10/2022) malam.
Di media sosial beredar video yang merekam detik-detik setelah bocah berinisial PS (12) ditusuk orang tak dikenal (OTK) di Jalan Mukodar, RT 04/07, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi terekam CCTV, Rabu (19/10/2022) malam. (Kolase Tribun Jabar)

Baca juga: Lagi Cari Kepiting, Bocah 8 Tahun Warga Bojonggede Terpeleset Hingga Hanyut Sampai ke Jakarta

Tak ada harta atau barang berharga, melainkan hanya buku dan kitab suci Al Quran.

“Saya lihat kondisi anak sudah tergeletak, lemes. Di dalam tasnya itu cuma ada buku ngaji sama Al Quran. Tidak ada barang berharga,” jelas dia lagi.

Kejadian itu, kata dia, tepat setelah adzan isya saat dirinya hendak pergi mengantar barang.

“Saya panik, tahunya di RS Rajawali itu sudah berceceran darah dan katanya sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

 

SIMAK VIDEONYA:

 

Keluarga Tak Ada Masalah

Paman korban, Galih Pratama (30) mengatakan, selama ini orangtua korban maupun korban sendiri tidak ada masalah dengan orang lain, sehingga pihak keluarga pun masih bingung atas perbuatan keji pelaku terhadap keponakannya itu.

"Sepertinya tidak ada masalah, jadi untuk motifnya, kenapa dan seperti apa tidak diketahui. Kita dari pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Kamis (20/10/2022).

Selain itu, pihaknya juga belum mengetahui siapa pelaku yang menusuk bocah kelas 6 SD itu, meskipun terduga pelaku bersama sepeda motornya sudah terekam CCTV.

"Untuk saat ini belum mengetahui (pelaku), tapi kalau dilihat dari CCTV, motor pelaku terlihat sepertinya Mio, jadi yang diketahui ciri-cirinya hanya itu," kata Galih.

Dengan adanya rekaman CCTV itu, pihak keluarga korban meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku, kemudian harus diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

"Pelaku harus diberikan hukuman seadil-adilnya dan kami berharap kepada aparat kepolisian harus cepat tanggap untuk menangkap pelaku," ucapnya.


Bocah Rajin Mengaji

Tetangga PS sangat merasa kehilangan atas meninggal korban akibat ditusuk oleh orang tak dikenal.

Tetangga korban, Hana Siti Hasanah (45) mengatakan, tak menyangka bahwa PS akan jadi korban penusukan hingga meninggal dunia karena selama ini dia merupakan anak yang baik dan rajin mengaji.

"Anaknya jarang kemana-kemana, paling hanya mengaji, selebihnya dia hanya diam di rumah karena baru kelas 6 SD" ujar Hana saat ditemui di rumah duka, Kamis (20/10/2022).

Hana mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya PS karena selain dia anak yang baik, PS juga merupakan teman dekat anaknya, baik di sekolah maupun teman saat di rumah.

"Saya kehilangan karena anaknya baik banget, apalagi dia teman anak juga, makanya saya tahu kesehariannya," katanya.

Setelah mengetahui penusukan itu, Hana juga langsung datang ke lokasi kejadian bersama pengurus RT setempat, kemudian melihat korban sudah terjatuh dengan kondisi berlumur darah pada bagian punggung

"Saya tahu kejadiannya dari pengurus RT, katanya PS ada yang nusuk. Saya cek ke lokasi dan ternyata sudah terjatuh di dekat konveksi karena mungkin sudah gak kuat," ucap Hana.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved