Waketum Partai Garuda Minta Guru Intoleran Harus Dihukum Berat
Waketum Garuda Teddy Gusnaidi berkomentar mengenai oknum guru SMAN 52 Jakarta yang diduga melakukan tindakan intoleran. Ia meminta hukuman berat.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi berkomentar mengenai oknum guru SMAN 52 Jakarta yang diduga melakukan tindakan intoleran.
Hal itu terkait dengan pemilihan ketua OSIS di SMAN 52 Jakarta.
Teddy menyesalkan tindakan intoleransi yang kembali dilakukan guru.
"Dimana atas nama agama, menjegal anak muridnya untuk menjadi ketua OSIS hanya karena beragama nonmuslim," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Jumat (21/10/2022).
"Tindakan ini adalah tindakan yang jelas bagian dari perilaku kelompok teroris, yang memang anti terhadap perbedaan agama," tambahnya.
Baca juga: Oknum Guru Intoleran di SMAN 52 Jakarta Belum Dipecat, Heru Budi: Masih Diperiksa Inspektorat
Teddy mengatakan pihaknya telah mendesak pemerintah membuka hotline khusus agar supaya orang tua murid bisa melaporkan jika ditemukan dugaan guru yang terindikasi paham radikalisme.
Ia mengungkapkan adanya pihak yang menentang usulan tersebut.
"Padahal guru-guru model seperti ini sudah banyak ditemukan diberbagai daerah," imbuhnya.
Teddy menilai guru yang bersikap dan bertindak intoleran tidak perlu dibina tetapi dibawa ke jalur hukum. Pasalnya, mereka bukanlah anak-anak.
Guru, kata Teddy, merupakan orang terdidik yang melakukan kejahatan secara sadar.
"Oleh karena itu harus dihukum dengan berat," tuturnya.
Baca juga: Cara Kapolri Listyo Sigit Menyikapi Radikal dan Intoleran: Kami Minta Dibantu Edukasi Masyarakat
Teddy meminta masyarakat membayangkan berapa banyak anak-anak yang rusak dan dicuci otaknya untuk membenci orang lain atas nama agama.
"Berapa banyak anak-anak yang akan menjadi calon-calon teroris kedepannya? Jadi harus dihukum setimpal, sama seperti pengedar narkoba," tuturnya.
Selain itu, ia mengungkapkan orangtua menitipkan anak mereka ke sekolah agar bisa menjadi orang baik, bukan malah menjadi teroris.
"Dan ini hal serius yang harus disikapi secara serius, karena sudah banyak terjadi," imbuh Teddy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ransi-di-lingkungan-sek.jpg)