Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Tak Tahu Brigadir J Sudah Meninggal, Adiknya Sempat Kirim WA saat Dipanggil ke Provos: Bang Ada Apa?
Tak tahu Brigadir J sudah meninggal dunia, Reza Hutabarat mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada sang kakak saat dipanggil ke Biro Provos.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Tak tahu Brigadir J sudah meninggal dunia, adiknya Bripda Mahareza Rizky Hutabarat atau yang kerap disapa Reza Hutabarat mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada sang kakak.
Kala itu Reza Hutabarat ketakutan karena dirinya diperintahkan salah satu ajudan Ferdy Sambo, Daden untuk datang ke Biro Provos, pada 8 Juli 2022.
Awalnya, Irma bertanya apakah benar Reza Hutabarat sempat ke rumah Ferdy Sambo pada hari kematian sang kakak. Ia pun membenarkannya.
TONTON JUGA
Sebelum ke Saguling, Reza Hutabarat mengaku ditelepon oleh Daden.
Ia tiba-tiba menanyakan apakah adik Brigadir J itu memiliki senjata api.
Meski terkejut ditanya seperti itu, Reza Hutabarat tetap menjawabnya dengan menjelaskan kalau senpi hanya ada saat dirinya sedang piket dan pistol itu juga ditinggal, tidak dibawa pulang olehnya.
“Sempet ke sana karena waktu itu kan kira-kira jam 7 malem, ditelepon sama Daden (tanya) ‘dek, lagi di mana?’, ‘saya lagi di kos-kosan’,” ungkapnya di kanal YouTube Irma Hutabarat – HORAS INANG yang diunggah pada Selasa (25/10/2022).
“Dia (Daden) sempet tanyakan juga ‘kamu ada senpi apa enggak?’. Dia sempet tanya itu, enggak ada lah (senpinya). Saya sempet terkejut juga kan (terus jawab) ‘enggak ada, bang. Kalau senpi cuma ada pas kalau kami piket, baru ada senpi di sana bang. Itu pun senpi ditinggalin’. (Daden tanya lagi) ‘Oh enggak kamu bawa, ya?’. (Reza jawab) ‘Enggak, bang’.” imbuhnya.
Baca juga: Adik Brigadir J Tak Dendam dengan Bharada E, Ungkit Kebersamaannya Main Pimpong di Rumah Ferdy Sambo
Setelah itu, Daden menyuruh Reza Hutabarat untuk menemui Biro Provos dengan memakai pakaian dinas lapangan atau PDL.
Sayangnya, semua baju PDL adik Josua itu ada di tempat laundry.
Ia pun menghubungi pihak laundry dan bertanya apakah baju miliknya sudah selesai dikerjakan semua.
Setelah pihak laundry mengatakan baju Reza Hutabarat sudah selesai dikerjakan, Ia langsung berniat untuk mengambilnya.
Namun, hatinya juga tergerak untuk main ke rumah Ferdy Sambo yang berada di Saguling dulu.

Baca juga: Bripka RR Bakal Ikuti Jejak Bharada E, Akan Minta Maaf Langsung kepada Keluarga Brigadir J
Saat Reza sampai di Saguling, Daden langsung terlihat kaget. Pasalnya, ia sudah menyuruhnya untuk ke Biro Provos.
"Di hati itu kayak ‘udah ambil (laundry) aja’, tapi enggak tau ya, gerakan hati kayak ‘ah main dulu lah ke Saguling’."
"Mampir ke sana dan kebetulan banget, pas banget langsung ketemu Bang Daden. Nyampe sana dia langsung (kaget) ‘eh kok belum berangkat, za?’. ‘Iya, bang. PDL-ku lagi di laundry-an’. ‘Masih lama enggak tuh (laundry-nya)?’. ‘Udah kok, bang. Tadi kuhubungi orang laundry-nya, katanya udah selesai, tinggal ambil aja’. ‘Oh yaudah’," sambungnya.
Setelah itu, Daden langsung bertanya ke Reza Hutabarat apakah saat itu dia membawa senjata api, bahkan badannya langsung digeledah oleh ajudan Ferdy Sambo itu.
Bak tak percaya dengan omongan Reza Hutabarat, Daden tak hanya menggeledah tubuhnya, tapi juga jok motornya.
Baca juga: Tatap Orangtua Brigadir J, Bharada E Akan Bela Yosua Terakhir Kali: Saya Siap Apapun yang Terjadi
“‘Eh, kamu bawa senpi enggak?’, langsung digeledah kan, dipegang semua (tubuhnya) sama dia (Daden), kosong (enggak ada senpi). (Kata Daden) ‘Coba deh kita cek ke motor’, masih tidak percaya (enggak bawa senpi). (Reza) Buka jok motor, digeledah lagi, enggak ada apa-apa,” jelasnya.
Usai menggeledah tubuh dan motor, Daden memerintahkan Reza Hutabarat untuk langsung ke Biro Provos.
“Oh oke deh. Kamu nanti gini aja, kalau emang udah nyampe (Biro Provos), kabarin gua ya. Buruan ya, soalnya udah ditunggu banget tuh,”
Reza Hutabarat akhirnya langsung mengambil laundry dan berganti baju untuk menuju Biro Provos setelah Daden menyebut kalau kedatangannya sudah ditunggu.
Sesampainya di Biro Provos, Reza Hutabarat merasa heran sekaligus ketakutan.
Pasalnya ia merasa tak melakukan kesalahan apapun.

Baca juga: Tatap Bharada E Dalam-dalam, Ibu Brigadir J Nangis di Persidangan: Saya Mohon Berkata Jujur Anakku
Kala itu Reza Hutabarat belum juga mengetahui Brigadir J sudah meninggal dunia.
"Ini kenapa?" ucap Reza Hutabarat.
"Banyak banget orang Paminal, ada Brigjen Hendra Kurniawan, saya ketakutan, kenapa ya," imbuhnya.
Reza Hutabarat lalu akhirnya memutuskan untuk mengirimkan pesan WhatsApp kepada Brigadir J.
Pesan tersebut dikirim sekitar pukul 20.00 WIB, atau sekitar dua jam setelah Brigadir J ditembak mati di rumah dina Ferdy Sambo.
Baca juga: Penyesalan Seorang Penembak Temui Orang Tua Brigadir J, Simpuh Bharada E dan Getar Permintaan Maaf
"Sempet juga jam 8 saya ngechat abang, saya ketakutan," ucap Reza Hutabarat.
"Bang ini adik dipanggil Biro Provos kenapa ya?" imbuhnya.
Kala itu pesan WhatsAppa Reza Hutabarat tak terkirim.
Ia lalu kembali mencoba untuk menghubungi Brigadir J melalui telepon namun hasilnya nihil.
"Cuma ceklis satu via WhatsApp, abang jarang nih HPnya mati, kenapa ya?" kata Reza Hutabarat.
"Ditelepon juga tidak dapat dihubungi," imbuhnya.