Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Disuruh Nikah Brigadir J Minta Dicarikan Calon, Daden Kenalkan Beberapa Wanita tapi Tak Ada yang Pas

Brigadir J mengaku sudah putus dengan Vera Simanjuntak lalu meminta dicarikan seorang wanita ketika disuruh menikah oleh Daden, ajudan Ferdy Sambo.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
YouTube Kompas TV
Daden Miftahul Haq ajudan Ferdy Sambo mengungkap curhatan Brigadir J saat dirinya berduaan dengan almarhum selama enam jam. Di curhatan tersebut, Daden Miftahul Haq mengaku sempat menyarankan Brigadir J untuk segera menikah. Namun Brigadir J mengaku sudah putus dengan Vera Simanjuntak lalu meminta dicarikan seorang wanita. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Daden Miftahul Haq ajudan Ferdy Sambo mengungkap curhatan Brigadir J saat dirinya berduaan dengan almarhum selama enam jam.

Momen itu terjadi di Magelang ketika Daden Miftahun Haq diminta Brigadir J menemaninya untuk mengambil kue dan tumpeng acara anniversary Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Di curhatan tersebut, Daden Miftahul Haq mengaku sempat menyarankan Brigadir J untuk segera menikah.

Namun Brigadir J mengaku sudah putus dengan Vera Simanjuntak lalu meminta dicarikan seorang wanita.

Hal itu terungkap dalam kesaksian Daden Miftahun Haq dalam sidang perkara pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Selasa (8/11/2022).

Baca juga: Pakar Nilai Susi Lakukan Hal Terlarang saat Sidang Ferdy Sambo dan Putri, Peluk dan Salami Terdakwa

Selama di perjalanan di mobil itu, Daden Miftahul Haq banyak mengobrol dengan Brigadir J, khususnya soal pernikahan.

Saat itu menurutnya, tiba-tiba Brigadir J mengaku sedang jenuh.

"Dia mulai bercerita dengan saya, kalau tidak salah seperti ini, 'Le selama ini kau ada punya rasa jenuh atau tidak?'," kata Daden Miftahul Haq mencontohkan perkataan Brigadir J dikutip dari YouTube Kompas TV.

Daden Miftahul Haq ajudan Ferdy Sambo mengungkap curhatan Brigadir J saat dirinya berduaan dengan almarhum selama enam jam.
Daden Miftahul Haq ajudan Ferdy Sambo mengungkap curhatan Brigadir J saat dirinya berduaan dengan almarhum selama enam jam. (YouTube Kompas TV)

Mendengar pertanyaan Brigadir J, Daden Miftahul Haq tak begitu menggubrisnya.

Hingga kemudian Daden Miftahul Haq berusaha memberikan wejangan kepada Brigadir J.

"Lalu kalau tidak salah saya jawab, yang namanya bekerja pasti ada rasa jenuh, cuma saat itu saya sampaikan 'harus pintar-pintar mensiasatinya Le, jadi kita harus punya target hidup, tahun pertama harus bisa berbuat apa, tahun selanjutnya berbuat apa'," tutur Daden Miftahul Haq.

Kata 'resolusi' menjadi suatu hal yang menarik perhatian Brigadir J.

Daden Miftahul Haq menyebut, Brigadir J sampai menepuk tangannya lalu membuat ponselnya jatuh ke kaki.

"Ketika saya menyampaikan ya intinya kita harus punya resolusi, nah di kata resolusi itu Yang Mulia dia menepuk tangan saya sampai hp saya jatuh ke kaki," kata Daden Miftahul Haq.

"Kalau tidak salah dia sampaikan seperti ini 'nah itu dia, gw gak punya resolusi Le'. 'Kenapa?' saya bilang begitu," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved