Kasus Gangguan Ginjal Akut

Kedok Bagi-bagi Sabun di Balik Pabrik Sirop Anak di Depok yang Digerebek BPOM

Pabrik sekaligus gudang obat sirup yang digerebek BPOM dan Kepolisian di Tapos, Kota Depok ternyata berkedok pembuatan sabun cair.

Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto Barang Bukti dari Cairan Berbahaya di Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/11/2022). Pabrik sekaligus gudang obat sirup yang digerebek BPOM dan Kepolisian di Tapos, Kota Depok ternyata berkedok pembuatan sabun cair. 

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Pabrik sekaligus gudang obat sirup yang digerebek BPOM dan Kepolisian di Tapos, Kota Depok ternyata berkedok pembuatan sabun cair.

Bahkan warga sekitar sempat mendapatkan bantuan berupa sabun cair gratis yang dibagikan gudang tersebut.

"Selama pandemi memang sempat membantu dengan membagikan sabun cair gratis. Karena saat itu memang sangat dibutuhkan kan," imbuh Ketua RT 2 RW 13, Hendra saat ditemui di Kawasan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/11/2022).

Hendra hanya mengetahui bahwa gudang dan pabrik di Tapos adalah pembuatan sabun cair.

Hendra pun tidak mengetahui secara pasti kegiatan di dalam pabrik tersebut.

Baca juga: Sejumlah Merek Obat Sirop Dilarang Dikonsumsi, Dinkes DKI: Masyarakat Kebingungan Pilih Obat

"Kami warga sekitar mengiranya memang hanya pengusaha rumahan saja yang membuat sabun cair," ungkapnya.

Dari situlah dirinya dan warga lainnya tidak memiliki kecurigaan tersendiri dari gudang tersebut.

"Jadi kami sebagai warga tidak mencurigai pabrik ini, karena kami kira memang pabrik sabun rumahan," jelas Hendra.

Barang Bukti dari Cairan Berbahaya di Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/11/2022)
Barang Bukti dari Cairan Berbahaya di Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/11/2022) (TribunnewsDepok.com/Gilar Prayogo)


Selain itu, ia mengungkapkan pabrik sekaligus gudang ini tidak mempunyai izin yang jelas

"Jadi setahu saya bahwa tempat ini (Gudang di Tapos) tidak memiliki izin yang jelas," ujar Hendra

Diberitakan sebelumnya, penggerebekan gudang sekaligus produksi dari cairan berbahaya di obat sirup anak oleh BPOM dan Mabes Polri berakhir dengan penyitaan.

Penyitaan oleh BPOM dan Kepolisian membuat geger warga sekitarnya. Karena tidak mengetahui bahwa gudang tersebut memiliki bahan yang berbahaya.

Menurut Ketua RT 2 RW 13, Hendra mengakui bahwa selama ini dirinya dan warga sekitar melihat pegawai dari gudang cairan beracun selalu berganti-ganti.

"Selama ini sih saya melihat karyawan selalu sering ganti-ganti. Tidak tahu deh alasannya kenapa, apakah tidak betah, saya tidak tahu," ujar Hendra saat ditemui di Kawasan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (11/11/2022).

Menurutnya memang tidak mengetahui apakah datang untuk bekerja atau kegiatan lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved