Penemuan Mayat Satu Keluarga
Eks Ketua RT Ungkap Masa Lalu Keluarga yang tewas di Kalideres: Ortu Dibiarkan sampai Meninggal
Namun, lanjut Mundji, anak-anaknya hingga mantu Rudyanto tak ada yang mengurusi ayahnya saat sakit.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Muhammad Mundji (70) memberikan kesaksian soal satu keluarga yang tewas di Kalideres saat dulu tinggal di Gang Lilin 11 RT 007 RW 003, Kelurahan Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Mantan Ketua RT 007 RW 003 tersebut bercerita semasa kecil Rudyanto sempat dihabiskan di rumah kedua orang tuanya itu.
Ayahnya, Tan Giok Tjin, sudah tinggal di rumah itu sejak tahun 1960-an.
Tan dan istrinya memiliki anak tiga bernama Rudyanto, Budyanto dan Cacang.
Mundji mengenal Rudyanto sejak masih kecil. Satu keluarga itu memang sejak dulu tertutup, tak terkecuali Rudyanto.
"Orangnya baik tapi tertutup. Dari kecil sudah tertutup. Enggak banyak omong dan pendiam," katanya saat ditemui TribunJakarta.com di rumahnya pada Rabu (16/11/2022).
Baca juga: FAKTA Baru Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Ternyata Masih Ada Beberapa Barang Korban Hilang
Tak hanya Rudyanto, Budianto dan Cacang juga memiliki sifat yang sama.
Mereka jarang sekali bersosialisasi dengan tetangga sekitar.
"Semua sama, enggak banyak omong. Adek-adeknya juga sama seperti Rudyanto," lanjutnya.

Beranjak dewasa, keluarga tersebut mereka makin tertutup.
Setiap selesai beraktivitas di luar, mereka langsung pulang ke rumah dan jarang sekali keluar lagi.
Rudyanto kemudian menikah dengan perempuan bernama Reny Margaretha.
Margaretha dibawa Rudy untuk ikut tinggal di rumah ayahnya.
"Menikahnya di Jawa tapi tinggal di sini. Satu rumah sama orang tuanya," ujarnya.
Cacang juga sudah pindah rumah usai menikah.
Sedangkan Budianto masih tinggal di rumah ayahnya lantaran belum menikah.
Baca juga: Bukan Cuma Mobil, Keberadaan Sejumlah Barang Milik Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Misterius
Dari pernikahan Rudyanto dan Margaretha melahirkan seorang anak bernama Dian Febbyana. Dian menjadi satu-satunya anak mereka.
"Jadi yang tinggal di sana orang tuanya, Rudyanto, istrinya, Dian sama Budianto. Semenjak nikah, istrinya terpengaruh suaminya juga jadi cuek," ceritanya.
Selama mereka hidup berkeluarga, Mundji tak pernah melihat Rudy dan istrinya bertengkar.
Sebab, ia tak pernah mendengar ada bunyi keributan di rumah itu.

Dalam kesehariannya, sang ayah, Tan Giok membuka usaha percetakan seperti pembuatan kartu undangan di rumah.
Rudyanto tak membantu ayahnya. Ia memilih bekerja sebagai karyawan percetakan di kawasan Kota.
"Kalau Budyanto membantu bapaknya kerja di rumah," ujarnya.
Cuek saat ortu sakit
Pada tahun 1997, Tan Giok Tjin sempat terjatuh dari kamar mandi rumahnya.
Tan mengeluh kesakitan dan sulit berjalan.
Dia hanya bisa terbaring di kamar tidur.
Namun, lanjut Mundji, anak-anaknya hingga mantu Rudyanto tak ada yang mengurusi ayahnya saat sakit.
"Setelah jatuh itu, anak-anaknya pada cuek. Enggak mikirin. Pak Rudy enggak peduli," katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pelaku Pembunuhan Juragan Sembako di Bekasi Tertangkap
Bahkan, istri Tan sampai minta pertolongan Mundji, yang kala itu masih menjabat Ketua RT untuk mengurusi suaminya.
Mundji kerap diminta belikan obat oleh istri Tan.
Selain itu, ia juga pernah mengantarkan Tan ke rumah sakit naik bajaj oren.
"Anaknya enggak pernah ngurus. Anak kandung loh itu," tambahnya.

Dalam kesaksiannya, tak pernah anak-anak Tan membawa sang ayah ke rumah sakit atau tempat urut.
Tiba-tiba, Mundji mendapatkan kabar dari istri Tan bahwa Tan sudah meninggal.
Jasadnya terbaring di kasur.
"Betul laporan ke saya. Pas saya dateng udah meninggal, sudah di kasur," ujarnya.
Sebagai ketua RT, Mundji sendiri yang mengurusi semua surat-surat kematian Tan.
Tak berselang Tan meninggal, sekitar seminggu sang istri menyusul.
"Begitu Tan meninggal, istrinya kemudian menyusul. Tapi waktu itu bukan saya yang ngurusin," tambahnya.
Mundji tak tahu penyakit apa yang sesungguhnya diderita Tan Giok Tjin.
Kondisinya berubah turun usai kejadian terjatuh dari kamar mandi.
"Sama anak-anaknya enggak dibawa ke dokter sehingga enggak tahu penyakitnya apa," tambahnya.
Baca juga: Tak Hanya Eks Kapolsek Pinang, di Banjarmasin Ada Oknum Polisi Lecehkan Mahasiswi Magang di Hotel
Tak lama selepas kepergian kedua orangnya, Rudy menjual rumah tersebut dan pindah ke Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat pada tahun 1997.
Mereka pun hidup di sana sampai semuanya ditemukan tak bernyawa pada Kamis (10/11/2022).
Kematian mereka sampai saat ini masih misterius.
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya satu keluarga tersebut.