PSI Minta Dinas Pendidikan DKI Hapus Syarat PIP dalam PPDB Bersama

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad meminta syarat kepemilikan Kartu Program Indonesia Pintar (PIP) dihapuskan.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR -  Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad meminta syarat kepemilikan Kartu Program Indonesia Pintar (PIP) dihapuskan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru Bersama (PPDB Bersama) DKI Jakarta.

Usulan ini pun diakuinya telah disampaikan dalam rapat Komisi E pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2023.

"Kita sudah punya program yang baik yaitu berkolaborasi dengan sekolah swasta untuk memberikan subsidi kepada masyarakat tidak mampu yang tak terakomodir sekolah negeri."

"Namun dari sisi syarat juga harus ada evaluasi, jangan sampai menyulitkan masyarakat seperti syarat PIP ini," kata Idris dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (16/11/2022).

Adapun satu diantara alasannya karena mendorong PIP adalah program di luar kewenangan Pemprov DKI Jakarta karena PIP merupakan program Pemerintah Pusat.

"Prioritas pelajar yang diterima dalam PPDB bersama adalah memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan PIP. Sedangkan PIP ini adalah program Pemerintah Pusat, di luar kewenangan Pemprov DKI. Pemprov DKI tidak bisa menentukan sasaran penerima PIP ini. Makanya kami usulkan untuk dihapus saja syarat ini," lanjutnya.

Baca juga: Mau Dapat Bantuan Biaya Pendidikan? Pendaftaran KIP Kuliah untuk PTS Masih Dibuka, Cek Syaratnya

Selain itu, Idris juga meminta cakupan kolaborasi program PPDB Bersama dengan sekolah swasta diperluas.

"Kita harus memperluas cakupan PPDB Bersama untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat tidak mampu tak terakomodir sekolah negeri terutama di kelurahan-kelurahan yang belum memiliki sekolah negeri baik itu di jenjang SD, SMP, atau SMA," tandasnya.

 

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved