Gempa di Cianjur

Dinar Candy Syok Berat Adiknya Menghilang Usai Gempa Cianjur, Terkuak Posisi Terakhir Sebelum Hilang

Dinar Candy kaget dan syok sang adik yakni Cecep Moh Sunan Giri dikabarkan hilang usai terjadi gempa di Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (20/11/2022).

Editor: Wahyu Septiana
WartaKota/Arie Puji Waluyo-Instagram/@dinar_candy
Dinar Candy mengabarkan sang adik hilang setelah terjadi gempa di Cianjur, Senin (21/11/2022). Ia pun mencari keberadan sang adik dan berharap adiknya selamat. 

Hingga Senin malam pukul 24.00 WIB, BMKG stasiun Bandung mencatat ada 97 kali gempa susulan.

"Update susulan gempa bumi Cianjur 5.6 magnitudo, hingga pukul 22 November 2022 pukul 00.00 WIB, terjadi 97 gempa dengan terbesar tinggi getaran 4.2 dan terkecil 1.5 magnitudo," ujar kepala Stasiun BMKG Bandung, Teguh Rahayu dalam keterangan pesan singkatnya, Selasa (22/11/2022), dikutip dari Tribun Jabar.

Lalu dari 00.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari tadi, BMKG Wilayah 2 melalui Twitter resminya menyebut terjadi sembilan kali gempa susulan.

Terbaru, pada Selasa (22/11/2022) pukul 05.00 WIB, total gempa susulan berjumlah 115 gempa.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Kami juga mengimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa susulan," kata Rahayu.

"Jika akan ada warga yang tetap tinggal di dalam rumah, direkomendasikan untuk diperiksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbuhnya.

Karakteristik Sumber Gempa Belum Diketahui

Sementara itu gempa bumi yang terjadi di Cianjur disebut bersumber dari aktivitas Sesar Cimandiri.

Dikutip dari Tribun Jabar, Kepala PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan hingga saat ini belum diketahui karakteristik Sesar Cimandiri.

"Kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif. Keberadaan sesar aktif tersebut hingga kini belum diketahui dengan baik karakteristiknya," ujar Hendra, dalam keterangannya, Senin (21/11/2022). 

Hendra mengatakan, pusat gempa bumi pada umumnya memiliki struktur berupa dataran bergelombang, perbukitan bergelombang hingga terjal yang terletak pada bagian tenggara gunung api Gede.

"Wilayah ini secara umum tersusun oleh endapan Kuarter berupa batuan rombakan gunung api muda (breksi gunung api, lava, tuff) dan aluvial sungai," katanya.

Hendra menyebut sebagian batuan rombakan gunung api tersebut telah mengalami pelapukan.

Suasana di RSUD Cimacan seusai terjadi gempa di Cianjur, Senin (21/11/2022) sore.  
Suasana di RSUD Cimacan seusai terjadi gempa di Cianjur, Senin (21/11/2022) sore.   (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Endapan tersebut pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved