Cerita Kriminal

Modal Rp 100 Ribu dan Pinset Rakitan, Komplotan Spesialis Pembobol ATM Angkut Puluhan Juta Rupiah

Mereka mencongkel menggunakan obeng dan mengambil uang dengan kawat dan pinset besi rakitan dari shutter exit mesin ATM. 

TRIBUNJAKARTA.COM/Satrio Sarwo Trengginas
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti dan para tersangka komplotan pembobol spesialis mesin ATM di Mapolres Metro Jakarta Barat pada Kamis (24/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Hanya bermodal menarik uang tunai Rp 100 ribu dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), tiga kelompok spesialis pembobol ATM ini berhasil membawa kabur uang puluhan juta rupiah.

Kok bisa?

Ternyata ketiga kelompok ini menggunakan cara jahat untuk membobol dan menguras isi mesin ATM.

Mereka menggunakan alat sejenis pinset panjang yang sudah dirakit sendiri.

"Modus operandi mereka dengan cara memasukkan kartu ATM yang sudah disiapkan. Kemudian melakukan transaksi tunai," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Haris Kurniawan pada Kamis (24/11/2022).

Setelah uang hendak keluar, petugas merusak atau mencongkel shutter exit dari mesin ATM tersebut.

Baca juga: Bank Swasta Terbesar jadi Sasaran 3 Kelompok Spesialis Pembobol ATM, Aksi Antar Kota Antar Provinsi

Mereka mencongkel menggunakan obeng dan mengambil uang dengan kawat dan pinset besi rakitan dari shutter exit mesin ATM

"Sebelum uang mau keluar, mereka mencongkel exit shutter mesin sehingga mesin tersebut gagal membaca transaksi karena error. Jadi, pada saat menarik duit, tidak terjadi pemotongan terhadap rekening pelaku," jelasnya.

Polisi menunjukkan sejumlah tersangka dan barang bukti dan para tersangka komplotan spesialis pembobol ATM di Mapolres Jakarta Barat, Kamis (24/11/2022).
Polisi menunjukkan sejumlah tersangka dan barang bukti dan para tersangka komplotan spesialis pembobol ATM di Mapolres Jakarta Barat, Kamis (24/11/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/Satrio Sarwo Trengginas)

Dari sekali beraksi membobol ATM, para pelaku mendapatkan uang sekitar Rp 20 juta sampai Rp 40 juta.

Ketiga kelompok ini sudah beraksi sekitar setengah tahun.

Mereka mengincar satu bank swasta terbesar di Indonesia.

Dari hasil pembobolan mesin ATM itu, pihak bank merugi hingga Rp 400 juta.

"Mereka tidak saling berkaitan dan kelompok ini bekerja sendiri-sendiri," tambahnya.

Baca juga: Terbongkar Praktik Culas Perdagangan di Bekasi, Ini Ciri-ciri Produk Kedaluwarsa dan Modus Pelaku 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved