Gempa di Cianjur

Trauma Mendalam Warga Cianjur, Jangankan Merasakan, Dengar Kata Gempa Bumi Saja Sudah Ketakutan

Sepekan berlalu, trauma mendalam masih dirasakan para korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

Editor: Elga H Putra
Tribunnews.com/ Adi Suhendi
- Sepekan berlalu, trauma mendalam masih dirasakan para korban gempa Cianjur, Jawa Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG - Sepekan berlalu, trauma mendalam masih dirasakan para korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

Diketahui, gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur pada Senin (21/11/2022).

Salah satu yang terdampak parah dari gempa cianjur yakni Kecamatan Cugenang.

Di wilayah Cugenang, ada ribuan warga yang masih harus tinggal di tenda pengungsian karena rumah mereka yang ambruk akibat gempa.

Stu diantaranya adalah Jejet Eti (23), warga Kampung Pasir Ipis, RT 01/ RW 01, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Baca juga: Badri Kaget Kuatnya Gempa Cianjur, Perabot Berjatuhan hingga Fondasi Rumah Terangkat: Seperti Kiamat

Dengan suara yang bergetar, Eti menjelaskan bahwa rumahnya sudah rubuh tak tersisa.

"Waktu itu saya sedang tidur di kamar dan anak saya sedang bermain di luar. Lalu gempa datang, saya langsung lari keluar, tapi anak saya tidak tahu ke mana."

"Beberapa detik kemudian, rumah saya langsung rubuh dan di situ saya panik," jelasnya kepada Tribunjabar.id saat ditemui di tenda posko, Minggu (27/11/2022).

Jajat Eti (23), warga Kampung Pasir Ipis, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, saat bercerita kepada Tribunjabar.id di tenda posko, Minggu (27/11/2022).
Jajat Eti (23), warga Kampung Pasir Ipis, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, saat bercerita kepada Tribunjabar.id di tenda posko, Minggu (27/11/2022). (Tribun Jabar)

Setelah tidak menemukan anaknya, Eti mengaku hampir pingsan dan sudah pasrah dengan apa yang terjadi.

"Kurang lebih setengah jam, suara anak saya baru terdengar di bawah reruntuhan."

"Dan suami saya langsung mengangkat bongkahan reruntuhannya, alhamdulillah masih selamat," katanya sambil menahan tangisan.

Walaupun selamat, anaknya yang berusia 3 tahun tersebut harus mengalami luka parah di kaki kanannya akibat tertimpa reruntuhan rumahnya.

"Kemarin baru kami periksa kesehatan di sini, katanya kaki anak saya patah tulang."

"Dan sekarang hanya bisa diperban karena belum ada alat yang mumpuni," tambah Eti sambil berlinang air mata.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved