Cerita Kriminal

Pantas Tolak Jasad Ayah, Ibu, Kakak Diautopsi, Anak Bungsu di Magelang yang Bikin Tewasnya Keluarga

Akhirnya terjawab mengapa anak bungsu bernama Dheo menolak ketika polisi meminta jasad ayah, ibu, dan kakak perempuannya diotopi.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
TribunJogja Nanda
Akhirnya terjawab mengapa anak bungsu bernama Dheo menolak ketika polisi meminta jasad ayah, ibu, dan kakak perempuannya diautopsi. Pasalnya Dheo lah yang menjadi dalang di balik tewasnya keluarga secara bersamaan yang beralamat di Jalan Sudiro No.2, Gang Durian, RT10/RW1, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Akhirnya terjawab mengapa anak bungsu bernama Dheo menolak ketika polisi meminta jasad ayah, ibu, dan kakak perempuannya diautopsi.

Pasalnya Dheo lah yang menjadi dalang di balik tewasnya keluarga secara bersamaan yang beralamat di Jalan Sudiro No.2, Gang Durian, RT10/RW1, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Abbas Ashar (58), Heri Riyani (54), dan Dhea Choirunnisa (24) tewas setelah meminum teh dan kopi yang sudah dicampur racun oleh Dheo pada, Senin (28/11/2022) pagi.

Dheo tampaknya melakukan segala cara supaya aksi kejamnya tak terbongkar pihak berwajib.

Tak lama setelah minum teh dan kopi, Abbas, Heri, dan Dhea langsung terkapar di kamar mandi.

Dheo pura-pura panik menelpon asisten rumah tangganya bernama Surtinah untuk meminta bantuan.

Tak hanya itu, Dheo dibantu Surtinah sempat mengevakuasi keluarganya keluar dari kamar mandi.

Dheo pun berperan membalurkan minyak kayu putih ke badan sang ayah yang sudah tak sadarkan diri.

Kejanggalan-kejanggalan berhasil dicium polisi hingga menyudutkan Dheo sebagai pelaku utamanya.

Polisi langsung melakukan olah TKP setelah mendapatkan laporan diduga sekeluarga tersebut meninggal karena keracunan.

Proses tersebut dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro, didampingi Kabid dokkes Polda Jateng dr Sumy hastry Purwanti, Sp.F, dan Plt Kapolresta Mochammad Sajarod Zakun.

Polisi menetapkan Dheo sebagai pelaku pembunuhan setelah menemukan kejanggalan-kejanggalan.

Baca juga: Sebelum Anak Habisi Keluarganya di Magelang, Ini Kasus Pembunuhan Gunakan Racun yang Pernah Heboh

"Kejanggalan pertama kami lihat dari TKP yang karena dugaan awal korban ini meninggal akibat keracunan yang biasanya ada sisa muntahan, akan tetapi di TKP clear tidak ada," ujar Kapolresta Magelang, AKBP Mochamad Sajarod Zakun dikutip dari TribunJogja.com.

Lebih lanjut, Sajarod mengatakan Dheo tak mengizinkan keluarganya dilakukan proses otopsi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved