Heru Budi Minta Polisi Usut Dugaan BBM Bersubsidi Dipakai untuk Bangun Gedung di Bidara Cina

Berdasarkan aduan warga di aplikasi Jakarta Kini (Jaki), proyek gedung perkantoran tersebut menggunakan solar bersubsidi untuk kebutuhan pembangunan.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat meninjau lokasi pembangunan sodetan Kali Ciliwung di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (1/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono minta polisi turun tangan menyelidiki laporan adanya dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi dalam proyek pembangunan gedung perkantoran di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur.

Orang nomor satu di DKI ini pun berjanji bakal segera menindaklanjuti laporan warga tersebut.

"Saya sudah baca laporan kelurahan, itu nanti ditindaklanjuti," ucapnya, Kamis (1/12/2022).

Walau demikian, Heru mengakui, Pemprov DKI tak bisa jalan sendiri lantaran penyalahgunaan BBM bersubsidi ini masuk hukum.

Oleh karena itu, ia menyebut pihaknya bakal berkoordinasi dengan aparat kepolisian dalam menyelidiki kasus ini.

"Enggak harus semuanya Pemda, kalau soal subsidi, ada kewenangan aparat hukum yang bisa menangani itu," ujarnya.

Baca juga: Diduga Pakai BBM Subsidi, Pembangunan Gedung di Bidara Cina Dilaporkan

Diberitakan sebelumnya, pembangunan gedung perkantoran di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur dilaporkan karena diduga menyalahgunakan BBM bersubsidi jenis solar.

Berdasarkan aduan warga di aplikasi Jakarta Kini (Jaki), proyek gedung perkantoran tersebut menggunakan solar bersubsidi untuk kebutuhan pembangunan. Laporan teregritrasi di Jaki dengan nomor nomor JK2211280276.

"Diduga menggunakan BBM solar ilegal atau bersubsidi yang seharusnya hanya digunakan masyarakat miskin," tulis pelapor dalam aduannya melalui Jaki yang dibuat pada Senin (28/11/2022).

Proyek pembangunan gedung perkantoran di Jalan MT Haryono, RW 16, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, didemo warga karena membuat bising. 
Proyek pembangunan gedung perkantoran di Jalan MT Haryono, RW 16, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, didemo warga karena membuat bising.  (Istimewa)

Menurut pelapor pembangunan gedung seharusnya menggunakan Solar yang diperuntukkan khusus industri dengan harga khusus, bukan BBM bersubsidi dari pemerintah.

Dalam aduannya pelapor meminta Pemprov DKI Jakarta dan pihak kepolisian segera mengecek dugaan penggunaan BBM subsidi yang digunakan untuk pembangunan gedung.

"Mohon untuk Pemprov DKI Jakarta dan pihak kepolisian segera mengecek penggunaan BBM digunakan," ujar pelapor Jaki.

Berdasarkan riwayat penanganan laporan Jaki, aduan warga sudah diterima pihak Kelurahan Bidara Cina dan diteruskan kepada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertahanan (Citata) DKI Jakarta.

"Diharapkan Dinas Citata dapat membantu mengecek laporan tersebut," sebagaimana dikutip dari riwayat penanganan Jaki pada Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Polemik Kampung Susun Bayam, Heru Budi Serahkan Kisruh Biaya Sewa ke Jakpro

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi menuturkan pihaknya akan menindaklanjuti aduan terkait dugaan penggunaan BBM subsidi.

"Terima kasih informasinya, segera ditindaklanjuti. Setahu saya terkait perijinan BBM subsidi tidak dikeluarkan oleh Kepolisian," ujar Ahsanul.

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved