Cek Ketersediaan Pangan Jelang Nataru, Heru Budi hartono: Besok Saya Ninjau ke Pasar Kramat Jati

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bakal tinjau Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bakal tinjau Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Adapun tinjauannya kali ini untuk memastikan stok pangan jelang natal dan tahun baru 2023 dalam kondisi aman.

"Besok saya ninjau ke Pasar Kramat Jati," katanya kepada wartawan, Senin (5/12/2022).

Kendati begitu, ia tak menjabarkan lebih lanjut perihal waktu berkunjungnya kepada awak media.

Diwartakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta klaim terus memonitoring harga pangan, khususnya jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata, Marullah Matali mengatakan terus melakukan monitoring, terutama yang berkaitan dengan harga pangan seperti arahan dari pemerintah pusat.

"Pasar murah bukan hanya pasar murah, sekarang pemerintah pusat juga meminta kepada setiap pemerintah provinsi maupun kabupaten saya ngomong provinsi misalnya.  Kita memonitor terus yang terkait dengan inflasi di daerah tiap minggu kita memonitor ini bersama-sama dengan pemerintah," ujarnya di Balai Kota DKI, Senin (5/12/2022).

Sebagai contoh, untuk di Jakarta sendiri Pemprov DKI Jakarta menghadirkan pangan bersubsidi.

Baca juga: Jelang Nataru, Pemprov DKI Terus Pantau Inflasi dan Harga Pangan

Pangan bersubsidi ini ditujukan bagi mereka penerima manfaat, diantaranya penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), bergaji maksimal Rp1,1 juta Upah Minimum Provinsi (UMP), penghuni rusun yang sudah terhubung dengan Bank DKI, lansia yang tidak mampu dan penyandang disabilitas yang tidak mampu.

Para penerima manfaat ini dapat membeli pangan bersubsidi seperti telur ayam (1 kilogram), beras (5 kilogram), Ikan Kembung (1 kilogram), susu UHT (24 pak perkarton), daging sapi (1 kilogram) serta daging ayam (1 ekor) dengan harga yang lebih murah ketimbang di pasaran.

"Terkait dengan inflasi itu beberapa kegiatan-kegiatan yang terkait adalah seperti pelaksanaan pasar murah, kalau di Jakarta mungkin ada kegiatan-kegiatan yang cukup banyak dan ini melibatkan beberapa SKPD  terkait itu sampai sekarang masih terus berjalan dalam kaitan untuk menjaga harga atau dalam istilah makronya adalah menjaga inflasi. Mudah-mudahan warga masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih bagus lagi terutama dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved