Heru Budi Hartono Minta 3 Pasar di Jakarta Pusat Diperbaiki, Untuk Jadi Contoh

Ketiga pasar tersebut yakni Pasar Serdang, Pasar Nangka Bungur dan Pasar Rawa Kerbau.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono minta tiga pasar tradisional di kawasan Jakarta Pusat diperbaiki.

Hal ini pun telah disampaikannya kepada Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma saat menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Administratif Jakarta Pusat (Jakpus).

Ketiga pasar tersebut yakni Pasar Serdang, Pasar Nangka Bungur dan Pasar Rawa Kerbau.

"Ya tadi taman, penghijauan, lantas pasar saya minta ada contoh pasar yang bagus Ada 3 pasar, yakni Pasar Serdang, Pasar Nangka dan Pasar Rawa Kerbau. Ya itu kami minta diperbaiki," jelasnya, Senin (5/12/2022).

Dalam kesempatan tersebut, eks Wali Kota Jakarta Utara ini diketahui turut mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk sadar akan tanggung jawab dalam bertugas di bagian maupun bidang apapun.

Bahkan, ia mengingatkan kepada seluruh Suku Dinas (Sudin) di jajaran Pemkot Administrasi Jakpus agar segala pekerjaan mempunyai target, sehingga dalam bertugas ada tolok ukur yang jelas.

Baca juga: Sekda Marullah Dicopot dan Diangkat jadi Deputi Gubernur: Akal-akalan Heru Budi Buang Orangnya Anies

"Saya harapkan tupoksi (segala jenis) pekerjaan harus dituntaskan agar tidak ada alasan ketika terjadi kesalahan dalam bertugas. Pasang target yang jelas, agar tidak ada waktu untuk menunda, sehingga integritas kita sebagai abdi negara tetap terjaga karena ini demi warga Jakarta," lanjutnya.

Tak lupa, ia menyampaikan pentingnya koordinasi bertingkat tiap jajaran, sehingga laporan kendala di lapangan bisa direspon cepat dan ditindak langsung tanpa memakan waktu yang lama.

"Kerahkan seluruh perangkat, mulai dari jajaran tiap RT/RW dan Kelurahan/Kecamatan untuk berkoordinasi dalam memantau wilayah, sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat bisa terdeteksi dan langsung ditindak," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved