Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Benny Ali Ungkap Pengakuan Putri Candrawathi Soal Pelecehan, Brigadir J Disebut Pegang Paha
Benny Ali menyebut Brigadir J melakukan pelecehan dengan memegang paha Putri Candrawathi sepulangnya dari Magelang.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Jaisy Rahman Tohir
"Saya, Pak Santo, Pak FS," jawab Benny.
Di rumah Saguling, Benny bertanya kepada Putri Candrawathi tentang peristiwa dugaan pelecehan seksual yang dialami di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga.
"Jadi waktu itu Ibu Putri nangis-nangis. Saya tanya, 'Maaf bu, kira-kira apa yang terjadi?' Beliau menyampaikan saat itu baru pulang dari Magelang, pakai celana pendek," kata Benny.
"Habis itu Pak FS menambahkan, bercerita lagi. Habis itu saya tanya lagi (ke Putri) gimana ceritanya? Selanjutnya si almarhum Yosua itu melaksanakan pelecehan sehingga beliau berteriak. Selanjutnya almarhum itu keluar," tambahnya.
Berdasarkan cerita Putri Candrawathi, Benny mengatakan Brigadir J melakukan pelecehan dengan memegang paha.
"Apa yang diceritakan tentang pelecehan itu?" tanya Hakim.
"Dipegang-pegang," kata Benny.
"Paha?" tanya Hakim lagi.
"Iya," ujar Benny
"Yang disampaikan itu?" cecar Hakim.
"Iya karena setiap kita tanya, tangis. Setiap kita tanya, tangis," jawab Benny.
Setelah merasa cukup mendapat keterangan dari Putri Candrawathi, Benny mengaku kembali ke rumah dinas Duren Tiga.
Saat kasus ini masih bergulir di tingkat penyidikan, Putri Candrawathi malah mengaku dilecehkan Brigadir J di Magelang, bukan saat sepulang dari Magelang.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Kolase-foto-Putri-Candrawathi-dengan-Brigadir-J.jpg)