Antisipasi Virus Corona di DKI

Epidemiolog Sarankan Langkah Mitigasi Penyebaran Covid-19 Jelang Nataru, Vaksinasi Tetap Andalan

Epidemiolog dari Griffith University menyarankan mitigasi yang bisa dilakukan pemerintah terkait penyebaran virus corona menjelang Natal & Tahun Baru

Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona - Epidemiolog dari Griffith University menyarankan mitigasi yang bisa dilakukan pemerintah terkait penyebaran virus corona menjelang Natal & Tahun Baru 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman menyarankan langkah mitigasi yang bisa dilakukan pemerintah terkait penyebaran virus corona menjelang Natal dan Tahun Baru 2023.

Menurut Dicky, peningkatan imunitas masyarakat lewat vaksinasi Covid-19 tetap menjadi andalan terutama ketika pemerintah baru saja memperpanjang PPKM level 1.

"Modal besar kita menghadapi gelombang sub-varian Omicron yang beragam ini adalah peningkatan modal imunitas di masyarakat," kata Dicky kepada awak media, Selasa (6/12/2022).

"Misalnya dengan pemberian booster, dan terus memberikan vaksinasi primer," sambungnya. 

Dicky mengatakan, vaksinasi Covid-19 terus dikebut, terutama pada anak-anak yang usianya sudah cukup untuk disuntik.

Sebagai bagian dari peningkatan imunitas, vaksinasi primer alias dosis satu kepada orang-orang yang belum menerimanya juga harus jadi perhatian untuk dirampungkan. 

"Banyak anak-anak kita yang baru masuk kategori eligible untuk vaksinasi Covid, sehingga itu harus segera," kata Dicky. 

"Ini bukan hanya bicara ngejar booster, pada semua kelompok masyarakat, tapi juga vaksinasi primer penting sekali," tuturnya.

Baca juga: Tambah 300 Orang Sejak Pandemi Covid-19, 15 Ribu Warga Banten Mengidap HIV/AIDS karena Seks Bebas

Sebelumnya, Dicky juga menyoroti keputusan pemerintah yang kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Penerapan PPKM level 1 diperpanjang di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) mulai 6 Desember 2022 hingga 9 Januari 2023, seperti tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 50 tahun 2022.

Dicky menilai, seharusnya pemerintah menerapkan PPKM paling tidak di level 2 untuk momen Nataru tahun ini.

Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian receptor-binding domain, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia.
Varian baru virus corona (GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)

"Sebetulnya yang saya usulkan untuk daerah yang sudah jelas ada peningkatan kasus (Covid-19) signifikan, seperti Jakarta misalnya, paling tidak di level 2, tidak lebih dari itu," kata Dicky saat dihubungi awak media, Selasa (6/12/2022). 

Dicky menyatakan penerapan PPKM level 1 saat ini sangat penting untuk dievaluasi berdasarkan daerah-daerah dengan penyebaran virus corona yang masih tinggi. 

Ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan agar pemerintah mengevaluasi kembali level PPKM terkini dan menaikkannya ke level yang lebih tinggi. 

Hal yang Dicky maksud meliputi beban fasilitas kesehatan meningkat (termasuk keterisian ruang ICU), sebaran kasus di kalangan anak-anak, hingga angka kematian akibat virus Corona. 

"Kalau meningkat, karena ini belum atau menjelang Nataru, maka penting adanya peningkatan level PPKM menjadi level 2," ucap dia. 

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved