Heru Budi Hartono Pastikan Jakarta Gelar Perayaan Malam Tahun Baru, di TMII dan Bundaran HI

Pemprov DKI Jakarta bakal gelar perayaan sambut tahun baru 2023 pada 31 Desember 2022 mendatang.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Pemprov DKI Jakarta bakal gelar perayaan sambut tahun baru 2023 pada 31 Desember 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono setelah menghadiri acara PAM Jaya di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEP), Jakarta Timur.

"Ada beberapa titik (perayaan tahun baru) dari Dinas Pariwisata," katanya di lokasi, Rabu (7/12/2022).

Beberapa diantara yang disebutkannya yakni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Salah satunya TMII, bundaran HI ada, semua," lanjutnya.

Mengacu pada PPKM

Kebijakan natal dan tahun baru (Nataru) 2023 dari Pemprov DKI bakal mengacu pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlaku.

Hal ini dipastikan oleh Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata, Marullah Matali usai menghadiri rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota DKI.

"Pertimbangan kita tetap kita akan melihat nanti PPKM nya yang berlaku mulai tanggal 20 Desember sampai tanggal 2 Januari 2023. Kita akan lihat nanti kan akan ada nanti akan ada instruksi atau ada keputusan dari Kementerian dari pemerintah pusat yang terkait dengan ini tentu akan menjadi pertimbangan gitu ya," katanya di lokasi, Senin (5/12/2022).

Dengan demikian, kebijakan ini menunggu keluarnya aturan PPKM dari pemerintah pusat.

Baca juga: Pj Gubernur DKI Heru Budi Cek Harga Pangan di Pasar Kramat Jati Jelang Natal dan Tahun Baru 2023

Mengingat masyarakat bakal antusias menyambut perayaan natal hingga tahun baru.

"PPKM sampai saat ini Pemerintah tentu memegang ini ya. Jadi tetap PPKM masih berlaku dan kita untuk dua kegiatan (natal dan tahun baru) itu lumayan besar, dan melibatkan mungkin kalau boleh saya katakan dalam "euforia warga" memang sudah 2 tahun tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan baik keagamaan maupun kegiatan-kegiatan yang sifat budaya misalnya, itu penting," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved