Hari Gizi Nasional, Protein Hewani Efektif Cegah Anak Alami Stunting
Protein hewani, dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting. Berikut penjelasannya
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hari Gizi Nasional, diperingati pada 25 Januari 2023 besok.
Dalam rangka peringatan tersebut, Kemenkes kembali menggaungkan pentingnya gizi protein hewani dalam mencegah stunting pada anak.
Protein hewani, dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting.
Hal ini, karena pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap.
Baca juga: Komisi E DPRD DKI Miris Ada Temuan 19 Balita di Jakarta Selatan Alami Gizi Buruk
Diantaranya kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan.
Plt. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan Ni Made Diah mengatakan, penyebab utama permasalahan gizi adalah terkait dengan asupan gizi yang tidak optimal dan infeksi berulang.
“Studi yang dilakukan oleh Headey et.al (2018) menyatakan bahwa ada bukti kuat hubungan antara stunting dan konsumsi pangan hewani pada balita 6-23 bulan, seperti susu/produk olahannya, daging/ikan dan telur,"
"Penelitian tersebut juga menunjukkan konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis lebih menguntungkan daripada konsumsi satu jenis pangan hewani. Protein hewani penting dalam penurunan stunting,” kata Diah, seperti dikutip TribunJakarta.com dari laman resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id.
Ia menjelaskan, bahwa kecukupan konsumsi energi dan protein dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat kondisi gizi masyarakat.
Berdasarkan Susenas 2022, konsumsi protein per kapita sudah berada di atas standar kecukupan konsumsi protein nasional yaitu 62,21 gram.
Namun, jumlah konsumsi protein hewani justru cukup rendah dengan kelompok ikan/udang/cumi/kerang 9,58 gram, daging 4,79 gram, telur dan susu 3,37 gram.
Sementara itu berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), konsumsi telur, daging, susu dan produk turunannya di Indonesia termasuk yang rendah di dunia
Dimana konsumsi telur antara 4-6 kg pertahun, konsumsi daging kurang dari 40 gram perorang, serta konsumsi susu dan produk turunannya 0-50 kg perorangdalam setahun.
Padahal, telur merupakan sumber protein, asam amino dan lemak sehat.
Sedangkan susu mengandung protein dan kalsium.
Makan telur matang dengan susu membuat asupan protein manusia seimbang.
Asupan protein hewani pada ibu hamil, juga sangat penting dalam mencegah stunting pada janin yang dikandungnya.
Wakil Ketua Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. dr. Budi Wiweko, Sp.OG menjelaskan, protein hewani sangat penting dalam 270 hari pertama kehidupan, dan dapat mencegah anak dari stunting.
Selain itu, juga pada periode 100 hari sebelum terjadinya kehamilan atau persiapan kehamilan.
Pada masa tersebut calon ibu dianjurkan mengonsumsi tinggi protein untuk persiapan sel telur dan sperma yang berkualitas, sehingga menghasilkan embrio yang baik dan janin yang berkualitas.
“Studi kita menunjukkan bahwa ibu hamil kita konsumsinya sebagian besar masih karbohidrat, sementara asupan protein masih sangat kurang,” tuturnya. Konsumsi tinggi protein hewani selain mencegah stunting juga dapat menurunkan morbiditas maternal dan perinatal dan mencegah terjadinya pertumbuhan janin terhambat, mencegah terjadinya eklamsia berat," papar dia.
Sejarah Hari Gizi Nasional
Hari Gizi Nasional, diperingati tanggal 25 Januari setiap tahunnya.
Hari Gizi Nasional, merupakan momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen berbagai pihak untuk bersama-sama membangun gizi menuju bangsa yang sehat.
Diantaranya, melalui gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan.
Tapi, Tribuners tahu nggak sih sejak kapan Hari Gizi Nasional itu diperingati?
Dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, inilah sejarah tentang peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari besok.
Secara umum, upaya perbaikan gizi masyarakat telah dimulai sejak tahun 1950.
Saat Menteri Kesehatan Dokter J Leimena mengangkat Prof. Poorwo Soedarmo sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR) yang kemudian juga dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.
Hari Gizi Nasional (HGN) diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh LMR pada tanggal 25 Januari 1951.
Sejak saat itu, pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia.
Hingga kemudian, disepakati bahwa tanggal 25 Januari di peringati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.
Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an.
Hal ini, kemudian berlanjut di bawah Direktorat Gizi Masyarakat pada tahun 1970-an dan terus berlangsung hingga sekarang.
Adapun untuk peringatan Hari Gizi Nasional tahun 2023 ini, Kemenkes mengangkat tema 'Protein Hewani Cegah Stunting' dengan slogan 'Protein Hewani Setiap Makan' dan 'Isi Piringku Kaya Protein Hewani'.
Tema tersebut, berisi ajakan kepada warga Indonesia untuk mencegah stunting pada pertumbuhan anak. Salah satunya lewat gizi protein hewani.
Baca artikel menarik lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/daging-ayam213.jpg)