Komisi E DPRD DKI Miris Ada Temuan 19 Balita di Jakarta Selatan Alami Gizi Buruk

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah menanggapi adanya temuan 19 anak balita di Jakarta Selatan yang alami gizi buruk.

Tayang:
Kolase TribunJakarta
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah (Kanan) dan Ilustrasi gizi buruk 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA,COM, GAMBIR - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah menanggapi adanya temuan 19 anak balita di Jakarta Selatan yang alami gizi buruk.

Sebagai wakil rakyat yang membidangi bidang tentang kesehatan, Komisi E miris dengan adanya temuan tersebut.

Padahal, kata Ima, Pemprov DKI Jakarta sudah mendapat anggaran yang cukup besar untuk kesehatan.

"Tentu ini memprihatinkan. Di Jakarta seharusnya sudah tidak ada lagi kasus stunting dan gizi buruk lagi dengan anggaran yang sudah sangat besar," kata Ima saat dihubungi, Jumat (6/1/2023).

Adannya temuan 19 anak di wilayah Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang alami gizi buruk, Ima mendorong tiap puskesmas di Jakarta untuk jemput bola mengecek apakah ada kasus serupa yang belum tercatat.

Baca juga: Bocah 8 Tahun di Tangerang Hobi Makan Semen dan Pasir, Didagnosa Menderita Gizi Buruk dan TBC

"Saya mendorong tiap puskesmas untuk mendorong upaya promotif preventif untuk menjemput bola agar kasus serupa tidak terjadi kembali," kata Ima.

19 Gizi Buruk di Pejaten  Barat

Untuk diketahui, melansir Warta Kota, hasil identifikasi sepanjang bulan September 2022 ada 19 balita yang tinggal di Pejaten Barat, Pasar Minggu, menderita gizi buruk.

Dari 19 anak yang alami gizi buruk itu, satu di antaranya meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit di Jakarta Selatan

"Itu hasil identifikasi pada bulan September 2022. Total itu ada 19 balita yang menderita gizi buruk," ujar Lurah Pejaten Barat, Asep Ahmad Umar saat dihubungi, Rabu (3/1/2022).

Bocah delapan tahun di Kecamatan Telukanaga, Kabupaten Tangerang didiagnosa gizi buruk dan TBC akibat suka makan semen, pasir, pecahan batu, hingga tanah, Jumat (19/8/2022).
(Ilustrasi) Bocah delapan tahun di Kecamatan Telukanaga, Kabupaten Tangerang didiagnosa gizi buruk dan TBC akibat suka makan semen, pasir, pecahan batu, hingga tanah, Jumat (19/8/2022). (ISTIMEWA)

Asep juga menegaskan, penyebab satu balita yang meninggal dunia itu diduga bukan hanya gizi buruk yang dideritanya, melainkan disebabkan juga oleh penyakit penyerta.

"Yang meninggal dunia satu meninggal karena penyakit penyerta atau penyakit lain.

Baca juga: Anggota DPRD DKI Jakarta Kenneth Sesalkan Ada Balita Gizi Buruk di Kalideres

Bayi itu lahir tidak memiliki anus," kata Asep.

Asep mengatakan, sejumlah balita di Pejaten Barat yang mengalami gizi buruk telah ditangani oleh puskesmas Pejaten Timur melalui program penanganan yang dilakukan setiap hari Selasa sejak 4 Oktober 2022.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved