Atasi Kemacetan, Heru Budi Minta Transjakarta Tambah Armada Bus
Dengan jumlah armada bus yang lebih banyak, diharapkan antrean penumpang di halte Transjakarta bisa diminimalisir.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Acos Abdul Qodir
"Jadi, jalan-jalan yang masih buntu itu bisa disambung kembali. Ya tidak serta merta menyelesaikan kemacetan, tapi minimal mengurangi," tuturnya.
Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman menyebut, tingkat kemacetan lalu linta di Jakarta kini seperti sebelum pandemi Covid-19 di 2019 silam.
"Pada tahun 2019, Jakarta indeks kemacetannya di angka sudah 53 persen. Tentunya kalau sudah di angka 50 persen sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi di angka 40 persen. Berarti Jakarta itu sudah tidak nyaman," kata Latif saat rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (24/1/2023).
Ia memaparkan, indeks kemacetan di Jakarta sempat turun selama pandemi Covid-19 akibat adanya pembatasan aktivitas masyarakat.
Pada 2020, indeks kemacetan di Jakarta berada di angka 36 persen dan lada 2021 di kisaran 34 persen.
Baca juga: Depok Terapkan Aturan Larangan Nge-Vape di Sembarang Tempat, Wali Kota : Ada di Perda KTR
Lonjakan terjadi di kuartal pertama 2022, dimana indeks kemacetan lalu lintas meningkat lagi menjadi 48 atau hampir menyentuh angka 50 persen.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bus-transjakarta_20180302_090343.jpg)