Survei Indometer: 76,7 Persen Publik Apresiasi Kepemimpinan Jokowi

Mayoritas publik memberikan apresiasi positif terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi jelang tahun politik. Hal itu terlihat dari hasil survei Indometer

Tayang:
Tribunnews/JEPRIMA
Presiden RI Joko Widodo memberikan arahan kepada kader partai Golongan Karya (Golkar) pada acara puncak perayaan HUT ke-58 Partai Golkar di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2022). Mayoritas publik memberikan apresiasi positif terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi jelang tahun politik. Hal itu terlihat dari hasil survei Indometer. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mayoritas publik memberikan apresiasi positif terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi jelang tahun politik.

Dimana, Indonesia akan menggelar pemilu 2024.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei INDOMETER yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi mencapai 76,7 persen.

Dalam keterangan survei Indometer, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi bertahan pada kisaran di atas 75 persen.

Kemudian, pada survei terbaru, sebanyak 8,6 persen bahkan menyatakan sangat puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi.

Baca juga: Survei Indometer: PAN-PPP-NasDem Terancam Gagal Melenggang ke Senayan, PSI Alami Kenaikan


Hanya 21,8 persen yang merasa tidak puas, di antaranya 1,8 persen tidak puas sama sekali, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 1,5 persen.

“Menjelang tahun politik, publik mengapresiasi kepemimpinan Jokowi dengan tingkat kepuasan mencapai 76,7 persen,” kata Direktur Eksekutif lembaga survei INDOMETER Leonard SB dalam keterangan tertulis pada Minggu (5/2/2023).

Hasil survei INDOMETER terkait tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi.
Hasil survei INDOMETER terkait tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi. (ISTIMEWA)

Leonard mengatakan anggapan bahwa tahun politik akan menggerus kepuasan publik relatif tidak terbukti.

Menghangatnya situasi politik dilandasi kepentingan partai-partai politik untuk mendulang suara, terlepas fakta sebagian besar partai berada dalam pemerintahan.

“Sebut saja NasDem, meskipun berada dalam koalisi pemerintahan Jokowi, memilih mengusung Anies Baswedan sebagai capres yang kerap menjadi simbol oposisi dan antitesis Jokowi,” imbuh Leonard.

Posisi berbeda, kata Leonard, tentu ditunjukkan oleh partai-partai oposisi seperti Demokrat dan PKS.

Sejumlah isu yang berpotensi menurunkan kepuasan publik menjadi bahan untuk menyerang pemerintah, semisal gejolak kenaikan harga BBM dan rencana pemindahan ibukota negara.
“Rendahnya angka ketidakpuasan menunjukkan kinerja pemerintah tetap dipandang positif,” tegas Leonard.

Sejumlah faktor dinilai mendukung tingginya kepuasan publik terhadap Jokowi.

Pada penghujung tahun 2022, pemerintah memutuskan mencabut kebijakan PPKM secara nasional.

“Dicabutnya PPKM menjadi awal dari transisi menuju berakhirnya pandemi, dan memberikan sinyal positif bagi gerak perekonomian Indonesia,” kata Leonard.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved