Gunakan MiChat Buat Promo, PSK di Bogor Bisa Layani 3-8 Tamu Sehari, Tarif Tergantung Nego

PSK kini menggunakan aplikasi MiChat untuk menawarkan diri kepada pria hidung belang. Terkuak pula jumlah tamu dalam sehari dan tarif kencan mereka.

Surya/Firman Rachmanudin
Ilustrasi prostitusi online. PSK kini menggunakan aplikasi MiChat untuk menawarkan diri kepada pria hidung belang. Terkuak pula jumlah tamu dalam sehari dan tarif kencan mereka. 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBINONG - Pekerja Seks Komersial (PSK) kini menggunakan aplikasi MiChat untuk menawarkan diri kepada pria hidung belang.

Para PSK itu dapat melayani 3-8 tamu dalam sehari.

Tarif kencan pun tergantung negosiasi dengan pria hidung belang.

 

Tarif kencan dengan PSK berkisar Rp 800 ribu hingga mentok Rp 300 ribu.

Hal tersebut terungkap saat Satpol PP Kabupaten Bogor mengadakan operasi penyakit masyarakat.

"Kalau Michat kan dia usaha berarti usaha sendiri ya, gak lewat mami atau apa, dia punya aplikasi MiChat di HP udah dia ngontrak kosan mainnya di kos. Cuman ada juga yang dikoordinir," Kasi Pengendalian dan Operasional Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara.

Baca juga: Gaya Baru Prostitusi di Tangsel: 24 Bilik Jasa PSK Dikamuflase Jadi Toko Pakaian

Satpol PP menemukan prostitusi online ditemukan di penginapan hotel selain di rumah kontrakan.

Rhama mengatakan para PSK merupakan warga Bogor dan adapula yang dari luar wilayah tersebut.

Namun, Rhama mengungkapkan pihaknya belum menemukan pelajar yang menjadi pelaku prostitusi online via MiChat yang masih berstatus pelajar.

Namun para perempuan PSK ini rata-rata dari usia sekitar 17 tahun sampai di atas 20 tahun.

"Yang remaja dia biasanya lulusan SMP, usianya 17 tahun tapi dia udah gak sekolah SMA. Orang Bogor ada, terus orang Sukabumi, Cianjur," kata Rhama.

Baca juga: Berhubungan Badan, Pria 50 Tahun Tewas Kejang-kejang Saat Bayar Tarif Kencan PSK

Dari pengakuan para PSK via MiChat yang pernah terciduk Satpol PP, kata dia, mereka bisa melayani tamu hidung belang sampai 8 kali sehari.

Mereka menjajakan tarif dengan harga ratusan Ribu Rupiah namun biasanya bisa dinego oleh para hidung belangnya.

"Paling sedikit dia melayani 3 (tamu) sehari, tapi yang full ya sehari bisa 8 kali, dari siang sampai malam. Tarinya relatif tergantung negosiasinya, dari Rp 800 Ribu sampai mentoknya Rp 300 Ribu," kata Rhama Kodara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved