Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Sampai Terbentuk Eliezer Angels, Ini Alasan di Balik Pendukung Bharada E Kebanyakan Perempuan

Para pendukung Bharada yang sebagian besar perempuan itu menamai diri mereka dengan sebutan Eliezer Angels.

Editor: Siti Nawiroh
Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com
Para pendukung Richard Eliezer atau Bharada E yang hendak memasuki ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2023). Ini alasan kebanyakan pendukung Bharada E perempuan. 


TRIBUNJAKARTA.COM - Ternyata ada alasan di balik pendukung terdakwa pembunuhan Brigadir J, Bharada E kebanyakan perempuan.

Para pendukung Bharada yang sebagian besar perempuan itu menamai diri mereka dengan sebutan Eliezer Angels.

Rupanya ada alasan mengapa kebanyakan pendukung Bharada E alias Richard Eliezer ini kebanyakan perempuan.

Diketahui, Bharada E merupakan terdakwa pembunuhan Brigadir J yang sudah divonis penjara 18 bulan.

Sosiolog sekaligus Guru Besar FISIP Universitas Indonesia Paulus Wirutomo mengatakan, fenomena massa yang memberikan dukungan kepada Bharada E merupakan hal lumrah.

"Dari kacamata sosiologi, pendukung Bharada E yang didominasi oleh perempuan disebabkan karena adanya bias gender. Kebetulan yang di perjuangan itu laki-laki, punya sifat jujur, dan ganteng pula,"

"Jadi dukungan otomatis datang dari kalangan gender lain," ujar Paulus saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (19/2/2023).

Selain itu, menurut Paulus, perempuan memiliki komitmen yang lebih tinggi ketimbang laki-laki dalam memberikan dukungan terhadap sesuatu.

Baca juga: Dapat Tawaran Gabung LPSK Seusai Bebas, Bagaimana Tanggapan Bharada E?

Perempuan memiliki keberanian dan sangat militan ketika memperjuangkan sesuatu yang berbau keadilan.

Berbeda dengan laki-laki, Paulus mengungkap bahwa kaum ada tak tertarik dengan hal apa pun yang berbau perjuangan atau keadilan.

Laki-laki lebih senang untuk memperjuangkan sesuatu yang berbau kekuasaan dan uang.

"Perempuan itu secara sosiologis memiliki komitmen yang lebih besar ketimbang laki-laki di dalam banyak gerakan. Terutama yang gerakan sifatnya keadilan," ungkap Paulus.

Puluhan emak-emak mengatasnamakan Eliezer's Angels bersorak saat Richard Eliezer atau Bharada E divonis 1,5 tahun penjara dalam perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2023).
Puluhan emak-emak mengatasnamakan Eliezer's Angels bersorak saat Richard Eliezer atau Bharada E divonis 1,5 tahun penjara dalam perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2023). (Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com)

"Tapi laki-laki lebih banyak bergerak kalo ngomongin soal kekuasaan dan uang. Makanya kenapa partai politik lebih banyak diisi laki-laki, karena di sana memperebutkan hal tersebut," sambung Paulus.

Oleh karena itu, Bharada E yang menahbiskan dirinya sebagai justice collaborator dalam kasus pembunuhan ini, tak membutuhkan waktu lama untuk memperoleh dukungan.

Sejak sidang kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) bergulir di PN Jakarta Selatan, dukungan kaum hawa kepada Eliezer terus mengalir dan bertambah seiring berjalannya waktu

Salah satunya seperti yang diungkap oleh Sesilia, pendukung Bharada E asal Cilincing, Jakarta Timur.

Sesilia mengungkap awalnya tidak banyak perempuan yang hadir di PN Jakarta Selatan.

Baca juga: Terkuak Alasan Petugas LPSK Gercep Kawal Bharada E keluar dari Ruang Sidang Usai Vonis

Namun demikian, lambat laun dukungan terus bertambah dari sidang ke sidang. Ia bahkan memiliki banyak teman baru yang berasal dari penjuru daerah di Indonesia.

"Saya sejak awal memang mendukung Eliezer. Saya melihat dia sebagai sosok yang jujur karena mau menjadi justice collaborator dan membongkar kasus ini," kata Sesilia saat sidang vonis Bharada E, Senin (6/2/2023).

"Dulu pas awal saya juga tidak mengenal siapa-siapa. Kini, hingga sidang vonis, saya mengenal banyak orang dan saya menganggap mereka seperti keluarga," pungkas Sesilia.

Artikel sudah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved