SETARA Jawab Bantahan Wali Kota Idris Soal Survei Depok Kota Intoleran
Peneliti Senior SETARA Institute, Bonar Tigor Naipospos, angkat bicara terkait hasil surveinya yang mengkategorikan Depok sebagai kota intoleran.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Peneliti Senior SETARA Institute, Bonar Tigor Naipospos, angkat bicara terkait hasil surveinya yang mengkategorikan Depok sebagai kota intoleran.
Menurutnya, ini bukan kali pertama Kota Depok masuk dalam kategori tersebut, dan respon dari pemerintahnya tetap sama.
"Ini bukan kali pertama Depok masuk dalam kategori kota dengan skor indeks toleransi yang rendah. Reaksi dari pemkot Depok selalu sama yaitu denial," ujar Bonar dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/4/2023).
Bonar mengatakan, bagi pihaknya hasil tersebut sedianya adalah masukan bagi Pemerintah Kota Depok.
"Bagi kami riset ini hanyalah sebuah titik pandang dan masukan bagi pemkot," ucap Bonar.
"Dengan menggunakan metode dan indikator yang baku dan obyektif. Kalau ada pemkot yang merasa bahwa hasil riset itu tidak tepat atau tidak benar, yah boleh-boleh saja. Biar masyarakat sendiri yg menilai," timpalnya.
Menurutnya, respon DPRD Kota Depok lebih baik dan terbuka terhadap hasil riset pihaknya.
Baca juga: Wali Kota Idris Gerah Depok Dapat Predikat Kota Intoleran Lagi: Jangan Bikin Kerusuhan di Kota Kami
"Fraksi di DPRD Depok lebih terbuka bahkan tahun lalu mengundang tim dari kami untuk membahas hasil riset," beber Bonar.
"Bukan hanya legislatif yang pernah mengundang, beberapa tahun lalu sejumlah tokoh agama dan lintas iman pernah mengundang dialog," pungkasnya.
Wali Kota Idris Tak Terima
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Depok Mohammad Idris tak terima kota yang dipimpinnya dapat predikat kota intoleran dari SETARA Institute.
Terlebih, ini adalah untuk ketiga kalinya Kota Depok dapat stempel kota intoleran.
Diketahui, SETARA Institute sebelumnya merilis hasil riset terbarunya yang menempatkan kembali Kota Depok dalam kategori kota intoleran, selama dirinya memimpin Kota Depok.
Idris meminta agar tidak ada pernyataan-pernyataan yang dapat memperkeruh suasana politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Gerbang-selamat-datang-di-Kota-Depok-di-kawasan-Cinere.jpg)