PT AP II Pastikan Baggage Handling System di Bandara Soekarno-Hatta Berjalan Baik saat Arus Mudik

Menurut Dwi, penanganan bagasi di Terminal 3 juga akan terus ditingkatkan agar penumpang tidak menunggu lama di area conveyor belt setelah turun dari

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Sejumlah penumpang menunggu untuk mengambil koper atau bagasi lain di conveyor belt di Bandara Soekarno-Hatta saat arus mudik Lebaran 2023, Selasa (18/4/2023). PT Angkasa Pura II selaku pengelola berkoordinasi dengan pihak ground handling dan maskapai (airlines) untuk memastikan sistem penanganan bagasi atau Baggage Handling System (BHS) dan Conveyor Belt di Bandara tersebut berjalan baik.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Memasuki arus mudik Lebaran 2023, Bandara Soekarno-Hatta memastikan sarana dan prasarana akan berjalan secara optimal.

Seperti sistem penanganan bagasi atau Baggage Handling System (BHS) dan Conveyor Belt di Bandara Soekarno-Hatta.

Untuk memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa bandara, PT Angkasa Pura II berkoordinasi secara intens dengan pihak ground handling dan maskapai (airlines).

"Jadi, untuk BHS di antara terminal 1, 2 dan Terminal 3 memang berbeda sistem. Untuk Terminal 1 dan 2 kita masih menggunakan semi BHS, dapat dipastikan keandalanya bergantung pada conveyornya dan X-Ray itu dipastikan beroperasi dengan baik," jelas Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Dwi Nanda Wicaksana, Selasa (18/4/2023).

Baca juga: Anjing Pelacak BNN Sisir Terminal Kampung Rambutan Demi Cegah Pengiriman Narkoba Saat Mudik

Baca juga: Besok Diprediksi Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan, Simak Imbauan untuk Pemudik

Menurut Dwi, penanganan bagasi di Terminal 3 juga akan terus ditingkatkan agar penumpang tidak menunggu lama di area conveyor belt setelah turun dari pesawat.

"Sementara untuk Terminal 3, untuk posisi pesawat yang diparkir jauh, dia akan berdampak pada pelayanan bagasinya. Namun demikian supaya kita tidak mengalami hal yang sama juga, kita berkoordinasi dengan beacukai (untuk penerbangan) internasional. Kemudian dengan ground handling dan airlanes untuk melakukan metode percepatan," jelasnya.

Pihak ground handling juga telah menyiagakan petugas di area conveyor belt untuk membantu menangani bagasi tercatat penumpang yang baru tiba.

Terlebih lagi bagi mereka yang terlambat tiba di area conveyor belt.

"Kita sudah dapat kesepakatan, ketika tas atau bagasi penumpang sudah berputar sebanyak tiga kali di conveyor belt, maka ground handling wajib menyusun tas itu di lantai. Sehingga tidak mengganggu flight berikutnya yang akan menggunakan conveyor belt itu sendiri," tandasnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved