Viral di Media Sosial

Beredar Kabar Ida Dayak Lahir di Lombok, Dewan Adat Dayak Ajak Bertemu Tapi Tak Ada Respon

Di media sosial beredar kabar yang menyebut Ida Dayak , lahir pada 3 Juli 1972 di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Kolase TribunJakarta
Di media sosial beredar kabar yang menyebut Ida Dayak , lahir pada 3 Juli 1972 di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 

Ia pun menilai hal wajar jika Ida Dayak mencari nafkah atau berprofesi sebagai ahli pengobatan alternatif.

"Karena namanya mencari nafkah itu hal yang wajar siapa saja melakukan, cuma orang Dayak itu jarang yang obral-obral seperti itu," jelas dia.

Untuk itu, ia sangat berharap bisa bertemu langsung dengan Ida Dayak.

"Makanya kami harapkan, kalau memang kesempatan ini didengar oleh Ibu Ida dan timnya. Saya sudah punya lima nomor telepon tidak ada yang dibalas. Padahal maksud kita untuk klarifikasi sama beliau," ucapnya.

Baca juga: Bukan Keponakan Ida Dayak, Anastasya Linalolica Hanya Kagum: Bantu yang Cacat Tanpa Dibayar Mahal

Di sisi lain ia pun mengaku senang dengan viralnya Ida Dayak ini, sudah mengenalkan kearifan lokal orang Dayak untuk berobat dan lain-lain.

"Tapi kalau Ibu Ida sendiri menutup diri ya kita mau bilang apa. Memang sih dia sibuk, tapi apa dalam 30 hari itu dia sibuk semuanya. Kalau memang dia bagian dari masyarakat adat Dayak," ujarnya lagi.

Ia pun berulang kali mengatakan agar bisa dipertemukan dengan Ida Dayak.

"Mohon izin kepada yang punya akses, orang Dayak ini sebetulnya juga rindu bersilaturahmi di Jakarta," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keahlian yang dimiliki Ida Dayak untuk memberikan pengobatan alternatif bukan hal yang aneh bagi masyarakat Kalimantan.

Baca juga: Mantan Menkes Siti Fadila Soroti Pengobatan Ida Dayak, Soroti Rakyat Kecil yang Merasa Terbantu

"Keahlian seperti itu memang sudah biasa di masyarakat Dayak," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Dayak, Tamunan Kiting mengklarifikasi banyaknya pihak yang mengaku orang Dayak lalu menjual jimat dan sebagainya.

"Memang berbagai cara orang mencari keuntungan, secara orang Dayak itu hidupnya bukan seperti itu. Jadi kita biasa bekerja dengan baik, bekerja keras, bangun pagi, berladang, bekerja dan seterusnya, bukan untuk menipu," tegasnya.

Ia tak menampik banyak orang yang mengaku asli Dayak dan menggunakan atribut Dayak untuk kepentingan pribadi.

Baca juga: Klarifikasi Gadis Dayak yang Disebut Keponakan Ida Dayak, Anastasya Linalolica: Saya Fans Beratnya

"Itu yang kita tidak mau, dengan menggunakan atribut Dayak, mengaku orang Dayak, terus menjual obat dan seterusnya itu tidak ada. Orang Dayak yang betul itu tidak ada," tandasnya.

Bahkan pihaknya mengatakan bisa mengetes apakah seseorang itu asli Dayak atau bukan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved