Pilpres 2024
Anies dan AHY Masuk Hasil Musra tapi Tak Ada di Simulasi 10 Capres-Cawapres 2024, Apa Alasan Projo?
Relawan Projo menawarkan simulasi 10 pasang capres-cawapres untuk Pilpres 2024 mendatang. Tak ada nama Anies Baswedan dan AHY, Kenapa?
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM - Relawan Pro Jokowi (Projo) menawarkan simulasi 10 pasang capres-cawapres untuk Pilpres 2024 mendatang.
Dari simulasi 10 pasang itu melibatkan lima nama yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Airlangga Hartarto, Mahfud MD dan Sandiaga Uno.
Tak ada nama-nama lain yang selama ini kerap muncul di survei bursa capres-cawapres diantaranya Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maupun Erick Thohir.
Mengenai hal itu, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi membeberkan alasannya.
Budi menuturkan bukan berarti tak ada yang menyuarakan nama-nama tersebut di hasil musyawarah rakyat (Musra).
Baca juga: Lanjutkan Program Warisan Anies, Pemprov DKI Ground Breaking 415 Unit Hunian DP Nol Rupiah
Namun hanya saja jumlah yang mengusulkan nama selain lima nama yang ditawarkan itu memang tak banyak.
Adapun simulasi 10 pasang nama versi Projo itu merupakan hasil tiga teratas dari usulan terbanyak tiap Musra di berbagai daerah.
"Oh ada (nama Anies Baswedan), tapi peringkat 6, 7, di beberapa provinsi ada, bukan enggak ada. Kan sudah kita laporin setiap Minggu.
Ada yang keempat juga, kelima juga, tapi ketika di rekap semuanya enggak masuk tiga besar," ujar Budi saat mengumumkan langkah politik Projo pasca Musra di kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamisb (25/5/2023).
Karena itu, nama Anies tak dicantumkan dalam simulasi 10 pasang capres-cawapres untuk Pilpres 2024 mendatang.
Selain nama Anies, Budi mengatakan ada nama lain yang juga masuk hasil Musra daerah tapi tak masuk dalam simulasi 10 pasang capres-cawapres.
"Pak Erick ada, Khofifah, Ridwan Kamil, ada semua nama," kata Budi.

Bahkan, Gubernur Sumatera Barat yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta AHY yang notabene berasal dari kelompok oposisi juga masuk hasil Musra di tingkat provinsi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.