Siswa SMA Jalan Kaki Pingsan

Bukan Nunggak Bayaran, Viky Siswa SMA Viral Tak Bisa Ambil Ijazah Karena Tak Masuk Sekolah 100 Hari

Orang tua Viky mengaku anaknya tak bisa menebus ijazah lantaran masih menunggak uang bayaran dan ujian.Nyatanya ucapan Ibu Viky tidak 100 persen benar

|
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
TribunJakarta/Jaisy
Guru SMK Daarun Nimah, Jalan Masjid Nurul Falah II No.49, RT 1 RW 3, Kelurahan Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Depok buka suara terkait Viky, pada Selasa (30/5/2023). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Fakta-fakta baru terkuak dari kasus Viky seorang Siswa SMA yang mengaku berjalan kaki 16 Km demi bisa sekolah.

Sebelumnya, orang tua Viky mengaku anaknya tak bisa menebus ijazah lantaran masih menunggak uang bayaran dan ujian.

TONTON JUGA

"Nunggak (uang ujian), gak bisa ambil ijazah, minjem temen duit nanti sama temen Rp 5 jutaan, buat bayar uang ulangan 2 bulan, ujian, SPP juga," jelas Ibu Viky.

Ucapan Ibu Viky tentunya langsung menarik simpati masyarakat.

Nyatanya ucapan Ibu Viky tidak 100 persen benar.

Ditemui TribunJakarta guru di tempat sekolah Viky menununtut ilmu, di SMK Daarun Nimah buka suara.

Guru yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan penyebab lain Viky hingga saat ini belum menerima surat keterangan lulus (SKL).

Viky rupanya jarang masuk sekolah, bahkan disebut remaja tersebut tak masuk sekolah selama 100 hari.

SMK Daarun Ni'mah, Jalan Masjid Nurul Falah II No.49, RT 1 RW 3, Kelurahan Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Depok
SMK Daarun Ni'mah, Jalan Masjid Nurul Falah II No.49, RT 1 RW 3, Kelurahan Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Depok (TribunJakarta/ Jaisy Rahman)

Baca juga: Guru BANTAH Viky 2 Tahun Jalan Kaki 16 Km Sekolah, Terungkap Baru Pindah 1 Tahun

Guru tersebut menduga, Viky sering tak masuk sekolah karena bergadang bermain ponsel.

"Kalau masalah alfa banyak kehadiran kurang, karena dia mungkin malam biasa maen hp," ucap guru tersebut kepada TribunJakarta, pada Selasa (30/5/2023).

"Iya mungkin (main hp) jadi ngantuk," imbuhnya.

Lalu di saat ditanya terkait kebenaran Viky tak masuk sekolah tanpa keterangan hingga 100 hari, guru tersebut hanya tertawa.

"Hahahahaha pokoknya itu," ucapnya.

Awal-awal pindah ke sekolah di SMK Daarun Nimah, Viky masih masuk seperti biasa.

Baca juga: Terkuak Nama Sekolah Viky Siswa SMA yang Viral, Guru Tertawa Dengar Cerita Jalan Kaki 16 Km

Namun ketika memasuki semester dua, siswa kelas 12 tersebut hampir tak pernah masuk sekolah.

Guru itu kemudian menjelaskan saat rapat kelulusan, nama Viky menjadi perbincangan para pengejar.

Pasalnya Viky termasuk salah satu siswa yang paling sering tak masuk sekolah tanpa keterangan.

Agar Viky tetap bisa lulus, para guru kemudian sepakat memberikan remaja yang tinggal di Ciputat tersebut sebuah tugas.

"Kan waktu itu gini, jujurnya gini ya. Setelah kita rapat kelulusan anak, ternyata ada beberapa siswa yang alphanya sekian-sekian. Kita sepakat yaudah dia bikin tugas," katanya.

Mengetahui Viky viral, guru-guru kemudian sepakat untuk mengantar tugas tersebut ke rumah anak pertama dari empat bersaudara itu.

Viky dalam wawancara Podcast Kode yang ditayangkan Kompas TV pada Minggu (28/5/2023).
Viky dalam wawancara Podcast Kode yang ditayangkan Kompas TV pada Minggu (28/5/2023). (Kompas TV)

Baca juga: Kirain Demo Keluh Kesah Viky Tak Bisa Keluar Rumah Setelah Viral Jalan Kaki 16 Km Demi Sekolah

"Udah bikin tugas, pas saya denger dia viral, kita 'Kamu gausah ke sekolah sekolah deh. Saya kasihan nih rame orang, Asal keluar ditanya ya kan' otomatis gitu yak. 'Udah kamu didalam aja deh'," ujarnya.

Guru tersebut mengatakan kala itu, Viky justru bertanya soal SKLnya.

Sang guru kemudian menjelaskan SKL akan keluar apabila Viky menyelesaikan tugasnya.

"Kan dia terus mau ngejar SKL, kalau SKL kagak bisa, itu harus registrasi," ucapnya.

Lalu bagaimana dengan bayaran Viky yang katanya menunggak?

Guru membenarkan Viky memang menunggak bayaran sejumlah Rp 4,7 juta.

Baca juga: Orangtua Viky Patahkan Tudingan Tetangga Satu Per Satu, Punya Motor tapi Digadai Buat Bayar Utang

Setelah kisahnya viral dan banyak masyarakat yang memberikan donasi, tunggakan tersebut akhirnya dapat dilunasi.

"Udah pak, saya berapa tuh totalnya. Kan dia bayar tuh. (Tunggakan) Dilunasin sama dia," ujar guru tersebut.

"Saya ambil nota kwitansi tuh,"

"Kemarin dia totalnya Rp 4,7 juta. Kan ditransfer tuh. Akhirnya saya minta ke kakak saya didiskon aja biar digenapin Rp 4 juta,"

"Saya diskon deh tuh. Dia saya kasih Rp 4 juta dari sekolah nih, sisanya saya kembalikan kemana saya anterin itu. Kemarin itu," imbuhnya.

TribunJakarta.com sudah mencoba mewawancarai langsung Viky, namun pihak keluarganya belum berkenan.

Baca juga: Orangtua Viky Patahkan Tudingan Tetangga Satu Per Satu, Punya Motor tapi Digadai Buat Bayar Utang

"Iya belum bisa ditemui, habis viral-viral itu kan jadi belum bisa ditemui," katanya di lokasi, Selasa (23/5/2023).

Ia mengaku masih salah satu satu anggota keluarga Viky. Kendati demikian, ia juga belum bisa memberi keterangan terkait viralnya Viky.

"Saya harus rembukan dulu sama keluarga yang lain, sama Viky juga. Takutnya kan nanti saya salah-salah ngomong," tuturnya.

"Gini saja, saya minta nomor kontak mas. Nanti kalau sudah rembukan saya hubungi lagi gimana," sambungnya lagi.

 

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved