Viral di Media Sosial

Rumah Murah Modal Napas dan KTP, Terungkap Ide di Balik Konsep Rumah Tanpa Riba

CEO Koperumnas, Tante Bestie ungkap ide rumah murah modal 'napas dan KTP' yang viral di media sosial.

Tayang:
Youtube TribunJakarta
CEO Koperumnas Tante Bestie. CEO Koperumnas, Tante Bestie ungkap ide rumah murah modal 'napas dan KTP' yang viral di media sosial. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - CEO Koperumnas, Tante Bestie ungkap ide rumah murah modal 'napas dan KTP'.

Diketahui, rumah murah ini tengah viral di media sosial.

Pasalnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), janda, duda, jomblo hingga TKW maupun TKI kini bisa memiliki hunian dengan syarat tersebut.

"Ide ini saya lontarkan pertama kali karena saya membangun perumahan, saya ingin mengubah mindset seseorang bahwa beli rumah itu tidak susah. Beli rumah itu sangat indah dan menyenangkan," jelasnya dikutip dari Youtube Tribun Jakarta, Kamis (15/6/2023).

Akhirnya ia mendengar keluhan yang dirasakan masyarakat. Oleh sebab itu rumah murah ini tak memerlukan DP.

Baca juga: Kena Bully Gara-gara Ajak Warga Beli Rumah Modal KTP + Nafas, Tante Bestie: Maju Terus!

Untuk angsurannya pun sebesar Rp 1,5 juta namun jumlah ini didapat dari mengumpulkan uang perhari sebesar Rp50ribu.

"Akhirnya saya coba live di Tik Tok saya dengarkan kira-kira keluhan masyarakat bawah apa. Setelah saya jalani 5 tahun ini saya menguji coba ternyata yang lolos dari konsumen saya sampai dapat kunci rumah ternyata kaum marjinal atau masyarakat berpenghasilan rendah atau bahasanya MBR," sambungnya.

Selain itu ia memastikan rumah murah ini benar adanya dan dibuktikan dengan beberapa orang yang sudah mendapatkan hunian.

CEO Koperumnas, Tante Bestie dalam acara Ngobral di Tribun Jakarta.
CEO Koperumnas, Tante Bestie dalam acara Ngobral di Tribun Jakarta. (Tribun Jakarta)

Menurutnya, konsep hunian yang diusungnya ini tanpa riba sehingga para MBR, janda, duda, jomblo, TKI maupun TKW memang bisa memiliki hunian ini dengan persyaratan tersebut.

"Koperumnas ini sangat cocok untuk janda, duda, jomblo, kaum marginal atau masyarakat berpenghasilan rendah dan TKW, TKI," katanya dikutip dari Youtube Tribun Jakarta, Kamis (15/6/2023).

Tanpa DP, para kaum yang disebutnya kaum tersakiti ini bisa mendapatkan hunian tersebut dengan membayar setiap bulan sebesar Rp1,5 juta.

Baca juga: Misi Tante Bestie Bantu Jomblo hingga Janda Punya Rumah: Ajak Nabung di Kaleng Khong Guan

Di mana total tersebut didapat dari upaya mereka yang menabung Rp50 hari perhari.

"Enaknya di Koperumnas ini nggak ada yang namanya denda. Jadi kalau sebulan, dua bulan itu nggak ada masalah. Tapi kami tidak kuat kami menanggung Anda sampai 6 bulan. Jadi kami punya SOP 3 bulan berturut-turut tidak bayar maka mereka masuk suspend atau take over," lanjutnya.

Lantaran berkonsep syariah, tanpa riba dan DP, maka para calon penghuni diminta untuk bersabar untuk menempati hunian.

Pihak Koperumnas biasanya membutuhkan waktu 3 sampai 5 tahun untuk calon penghuni bisa menempati unit mereka sembari menunggu investor.


Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved