Ada Permainan Tradisional di TMII, KPOTI DKI Ungkap Manfaatnya untuk Anak-Anak
Ketua KPOTI DKI Jakarta, Arkan mengatakan permainan tradisional perlu dilestarikan karena merupakan bentuk keragaman budaya.
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Komunitas Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) DKI Jakarta mengajak para orang tua dan anak-anak untuk kembali melestarikan permainan tradisional.
Ketua KPOTI DKI Jakarta, Arkan mengatakan permainan tradisional perlu dilestarikan karena merupakan bentuk keragaman budaya dan berdampak baik untuk tumbuh kembang anak.
Egrang contohnya, permainan tradisional berasal dari tradisi Lampung yang menggunakan sepasang bilah batang bambu dan memiliki tumpuan kaki pada masing-masing sisi untuk berjalan.
Di Lampung permainan ini disebut Terompang Pancung, namun tidak saja ditemukan di Lampung Egrang juga dapat ditemukan pada beberapa daerah lain di Indonesia.
Permainan Egrang berguna melatih pengendalian diri dengan menjaga keseimbangan, kefokusan dan meningkatkan rasa percaya diri sekaligus hiburan bagi anak-anak maupun dewasa.
"Permainan Egrang ini juga dapat melatih keseimbangan tubuh seseorang, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memainkannya," kata Arkan saat dikonfirmasi, Rabu (21/6/2023).
Ada banyak lagi permainan tradisional yang memiliki setumpuk manfaat untuk tumbuh kembang anak-anak, tapi karena tergerus cepatnya perkembangan zaman menjadi terlupakan.
Baca juga: Sambut Liburan Sekolah, TMII Suguhkan Beragam Permainan Tradisional Anak-anak
Karenanya pada masa liburan sekolah mulai 15 Juni- 15 Juli 2023, KPOTI DKI Jakarta bekerja sama dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk kembali mengenalkan permainan tradisional.
"Agar permainan tradisional ini dapat terus dilestarikan kepada generasi berikutnya dan anak-anak dapat lebih mengenal beragam permainan dari berbagai daerah tersebut," ujarnya.
Diharapkan dengan suguhan beragam permainan tradisional hasil kolaborasi KPOTI dan TMII anak-anak dapat lepas dari dampak negatif bermain handphone, sekaligus terhibur.
Para orang tua yang datang untuk menghabiskan waktu libur sekolah bersama anaknya di TMII pun dapat bernostalgia dengan memainkan beragam permainan tradisional.
"Dari komunitas KPOTI sendiri kami membawa permainan tradisional seperti Egrang, Bakiak, Dampu Bulang, Okadal, Congklak, Dampusir, sama Balok," tuturnya.
Selain permainan disebutkan, pada hari Sabtu-Minggu selama libur sekolah nanti di TMII akan diselenggarakan semacam tarik tambang serta mengadakan lomba layang-layang.
Pihak TMII pun turut menyuguhkan beragam permainan hingga kesenian tradisional dari masing-masing daerah di Indonesia sebagai bentuk mengenalkan keragaman budaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Anak-anak-saat-menikmati-permainan-tradisional-di-Taman-Mini-Indonesia-Indah-TMII-Jakarta-Timur.jpg)