Driver Ojol Selamatkan Customer
Ini Sederet Kejanggalan Korban Ditipu Kerja di Bekasi hingga Ditagih Uang Rp1,6 Juta
Ada beberapa kejanggalan yang akhirnya terungkap setelah Gilang Ramadhan berhasil kabur dari ruko tersebut.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gilang Ramadhan (22) alias Gira yang menjadi penumpang ojek online (ojol) ungkap sederet kejanggalan terkait penipuan kerja yang dialaminya.
Sebagai informasi, kisah pemuda 22 tahun ini viral lantaran diselamatkan pengemudi ojol bernama Achmad dari penipuan kerja di Kota Bekasi.
Penipuan kerja yang menimpanya pada Selasa (25/7/2023) lalu ini nyatanya menimbulkan trauma baginya.
Kendati demikian, ada beberapa kejanggalan yang akhirnya terungkap setelah ia berhasil kabur dari ruko tersebut.
Kejanggalan pertama tentunya proses penerimaan kerja yang tak wajar. Di mana tak ada psikotes dan secara terang-terangan dirinya dimintai uang sebesar Rp1,6 juta.
"Katanya kan ada psikotes, interview dan penempatan wilayah kerja faktanya nggak ada psikotes sama sekali."
"Interview juga nggak kayak interview nggak ditanya kelebihan kekurangan kamu apa, cuma ditanya nama alamat sekarang dan dijelasin tentang job desk dan salary. Terus dia jelasin ada pembayaran untuk pelatihan gitu kan Rp1,6 juta," bebernya kepada TribunJakarta.com, Kamis (27/7/2023).
Kejanggalan berikutnya ialah peserta interview yang datang di waktu yang tak serentak.
Kemudian berkas lamaran yang boleh menyusul menjadi kejanggalan lainnya.
"Kejanggalan lainnya berpakaian bebas, nama PT yang berbeda dengan di undangan. Nama PT di undangan tidak ada di google," lanjutnya.
Terakhir ialah pihak perusahaan yang memperbolehkan membawa kerabat yang belum bekerja.
"Di surat undangan ada note : boleh mengajak kerabat yg belum bekerja dengan membawa berkas," ungkapnya.
Kronologi
Kepada TribunJakarta.com, pemuda 22 tahun ini membenarkan aksi heroik yang dilakukan oleh pengemudi ojol bernama Achmad.
Ia membenarkan jika Achmad memang menolongnya dari penipuan kerja di Kota Bekasi yang dialaminya pada Selasa (25/7/2023) lalu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.