Pengelolaan JIS dan TIM Dinilai Bikin Rugi, PKS Salahkan Jakpro: Belum Beri Untung, Benahi!

Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyoroti kinerja Jakpro soal pengelolaan JIS dan TIM yang belum memberikan keuntungan.

Kolase TribunJakarta
Dua proyek besar TIM dan JIS. Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyoroti kinerja Jakpro soal pengelolaan JIS dan TIM yang belum memberikan keuntungan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci


TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyoroti kinerja direksi BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Pasalnya, Jakarta International Stadium (JIS) dan Taman Ismail Marzuki yang dikelola perusahaan pelat merah itu belum juga memberi keutungan buat Pemprov DKI.

Padahal, dua mega proyek yang dikerjakan di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan itu sudah menguras kas daerah hingga triliunan rupiah.

“Jakpro hingga hari ini belum memberikan keuntungan bagi pemasukan DKI. Banyak aspek harus dibenahi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (7/8/2023).

Anggota Komisi B DPRD DKI ini pun menyoroti perihal pengelolaan TIM yang hingga kini belum jelas.

“TIM masih belum jelas siapa yang akan mengelolanya, apakah di Jakpro, Pempro, atau diserahkan pada paguyuban seniman di sana,” ujarnya.

Oleh karena itu, Suhud menyebut, hal ini bakal menjadi tugas berat Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk dapat memperbaiki kinerja salah satu perusahaan daerah tersebut.

“Saya kira ini menjadi tugas berat Pj Gubernur DKI untuk menyelesaikannya,” kata dia.

Sebagai informasi, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Joko Agus Setyono sebelumnya mengatakan, Jakpro kerap merugi lantaran harus mengelola JIS dan TIM warisan Anies Baswedan.

Pasalnya, Jakpro harus menanggung seluruh biaya operasional, perawatan, hingga penyusutan aset JIS dan TIM.

Asal tahu saja, Jakpro setiap tahunnya harus menggelontorkan anggaran kurang lebih Rp60 miliar per tahun hanya untuk biaya perawatan JIS.

“Sehingga ini akan menjadi beban yang sangat tinggi,” kata eks Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bali ini, Kamis (3/8/2023).

Di sisi lain, pemanfaatan komersial TIM dan JIS juga belum bisa dijalankan dengan optimal oleh Jakpro.

“Karena ini tidak dioperasionalkan dan dimanfaatkan secara maksimal, akhirnya menjadi beban korporasi dan menjadi tidak untung alias rugi,” kata Joko Agus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved