Dinkes DKI Siapkan Ratusan Faskes Atasi Penyakit Akibat Kualitas Udara Jakarta Buruk
Dinas Kesehatan DKI menyiapkan ratusan fasilitas kesehatan dampak kualitas udara ibu kota yang buruk.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Buruknya kualitas udara di DKI Jakarta belakangan terus disorot banyak kalangan.
Kondisi polusi udara yang cukup buruk ini pun dikhawatirkan memicu kenaikan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di DKI Jakarta.
Guna mengantisipasi hal dini, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan, seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di ibu kota siap mengatasi penyakit akibat kualitas udara tidak sehat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkap, ada ratusan faskes yang siap melayani masyarakat.
“Sebanyak 44 puskesmas kecamatan, 196 puskesmas kelurahan, 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan 196 rumah sakit yang ada di Jakarta akan memberikan layanan 24 jam bagi warga,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/8/2023).
Anak buah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono ini bilang, Dinkes DKI sudah memiliki sistem pelaporan untuk melakukan monitoring penyakit menular yang berpotensi wabah maupun penyakit tidak menular.
“Sistem ini membantu pemantauan dan dapat mengetahui tren kasus penyakit menular yang bisa menjadi early warning system sehingga Dinkes DKI bisa mempersiapkan langkah antisipasi dan pencegahan,” ujarnya.
Data dari Dinkes DKI, rata-rata kasus ISPA di DKI Jakarta sepanjang tahun 2023 ini berada di kisaran 146.000 kasus per bulan.
Angka untuk penyakit yang berhubungan dengan kualitas udara tidak sehat, seperti ISPA, pneumonia hingga asma ini diklaim Ani sama seperti kondisi sebelum Covid-19 atau pada periode 2018-2019.
“Secara umum saya bisa sampaikan untuk tahun 2023 tren kesakitannya tidak berbeda dengan jumlah kasus sebelum pandemi,” kata dia.
Untuk mengantisipasi dan mengendalikan penyakit ISPA akibat kualitas udara tidak sehat ini, Dinkes DKI disebut Ani, selalu melakukan preventif promotif.
Salah satunya dengan memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat di berbagai tatanan, seperti sekolah, lingkungan permukiman, dan tempat kerja.
PHBS yang dimaksud seperti tidak merokok, melakukan aktivitas fisik, makan-makanan sehat dan berguzi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, uci tangan dengan sabun, dan kelola stress.
Kemudian juga menerapkan reuse - reduce - recycle (tidak membakar sampah), serta imbauan untuk menggunakan masker, khususnya kepada kelompok rentan dan kondisi kesehatan khusus.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang dalam keadaan tidak sehat sebaiknya tidak beraktivitas. Kalaupun harus beraktivitas usahakan menggunakan masker,” tuturnya.
“Kita harus bertanggung jawab terhadap kesehatan kita sendiri dan orang lain di sekitar kita,” sambungnya.
Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Penampakan-langit-Penjaringan-tertutup-polusi-udara.jpg)