Bayi 2 Bulan Kritis Diduga Ulah Perawat

RSAB Harapan Kita Angkat Bicara Soal Kasus Bayi Kritis Diduga Kelalaian Perawat

Pihak RSAB Harapan kita buka suara terkait kasus bayi kritis, yang dialami buah hati Lanala Ayudisa Halim.

|
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Muji Lestari
Kolase TribunJakarta.com/Ist
Seorang ibu, Chintia, membagikan cerita di media sosial tentang dugaan kelalaian oleh tiga perawat Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta Barat, saat menangani anaknya, Lanala Ayudisa Halim (2 bulan). Pihak RS buka suara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Pihak Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita memberikan klarifikasi atas apa yang dialami bayi Lanala Ayudisa Halim.

Diketahui, kondisi yang dialami bayi Lanala menjadi viral setelah sang ibu yakni Chintia membagikan kisah pilunya di media sosial.

Dalam postingannya, Chintia menceritakan bahwa bayinya dalam kondisi kritis karena diduga ada kelalaian yang dilakukan perawat di RSAB Harapan Kita.

Anaknya diduga sempat diberikan susu yang salah hingga menyebabkan berat badannya menurun.

Padahal, bayi Lanala ini masuk ke RSAB Harapakan Kita dengan kondisi ileostomy dan kelainan fungsi hati.

Humas RSAB Harapan Kita, Nia Kurniati menjelaskan mengenai kondisi bayi Lanala sejak sebelum dilarikan ke RSAB Harapan Kita.

Dijelaskannya, bayi Lanala lahir di rumah sakit lain dengan kondisi atresia usus halus.

"Sudah dilakukan operasi ileostomi dan pemasangan stoma oleh dokter Bedah Anak di RS lain," kata Nia saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Jumat (18/8/2023).

Namun, lanjut Nia, saat itu pemotongan usus terhadap bayi Lanala disebut cukup tinggi sehingga menyebabkan short bowel syndrome, yakni cairan makanan atau susu yang masuk ke pasien tidak dapat diserap sehingga keluar lewat kantong usus. 

Nia menjelaskan, bayi Lanala baru dirawat di RSAB Harapan Kita pada 11 Juli 2023 atau saat berusia 29 hari.

Penyebabnya, karena orang tua bayi Lanala mengira anaknya diare karena keluar cairan cukup banyak dari sang anak.

Seorang ibu, Chintia, membagikan cerita di media sosial tentang dugaan kelalaian oleh tiga perawat Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta Barat, saat menangani anaknya, Lanala Ayudisa Halim (2 bulan). 
Seorang ibu, Chintia, membagikan cerita di media sosial tentang dugaan kelalaian oleh tiga perawat Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta Barat, saat menangani anaknya, Lanala Ayudisa Halim (2 bulan).  (Kolase TribunJakarta.com/Ist)

Saat tiba di RSAB Harapan Kita, bayi lanana mendapat perawatan di ruang bedah anak konservatif.

Dia menjelaskan tidak ada rencana operasi dalam waktu dekat lantaran tim dokter terlebih dahulu fokus pada perbaikan kondisi umum pasien. 

"Karena high output stoma, pasien dipuasakan, diberikan TPN (Terapi Parenteral Nutrisi), sehingga produksi stoma menurun. Mulai minum kembali bertahap. Begitu mencapai volume 8x20 mL, produksi stoma meningkat kembal," ujar Nia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved