Sering Merasa Lapar Tapi Badan Tetap Kurus? Hati-hati Mungkin Kamu Menderita Penyakit Ini
Siapa yang sering merasa lapar tapi badan tetap kurus? Hati-hati, nafsu makan berlebihan bisa jadi salah satu gejala suatu penyakit loh.
TRIBUNJAKARTA.COM - Sebagian orang mungkin sering merasa lapar meski baru saja selesai makan.
Orang yang sering merasa lapar, kerap dikaitkan dengan masalah berat badan yang cenderung meningkat.
Namun, lain halnya dengan orang yang kerap lapar, tapi badan tetap kurus.
Bagi kamu yang mengalami hal ini, sebaiknya berhati-hati. Bisa jadi kamu menderita suatu penyakit.
Orang yang sering lapar tapi tetap kurus, merupakan salah satu gejala dari diabetes.
Salah satu dampak penderita diabetes lainnya, adalah tubuh yang semakin kurus.
Lantas, mengapa penderita diabetes kerap lapar tapi tubuhnya semakin kurus?
Alasan Penderita Diabetes Mudah Lapar dan Tubuh Jadi Kurus
Dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno mengungkapkan, bahwa gangguan insulin yang dialami penderita diabetes dapat menyebabkan tubuh menjadi kurus.
Sebab, insulin yang tidak berfungsi secara normal dapat menghalangi gula untuk masuk ke dalam sel tubuh.
Tanpa insulin yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi.
Kurangnya penggunaan energi ini menyebabkan penderita diabetes mudah merasa lapar.
Ia mengatakan, seluruh sel tubuh, termasuk otot, organ dalam, hingga otak membutuhkan gula atau glukosa sebagai bahan bakar tubuh.
Tubuh manusia, memperoleh glukosa dari makanan yang dikonsumsi.
Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa, masuk ke dalam sel untuk menjadi energi, dan cadangan berupa lemak.
"Agar gula dapat berfungsi sebagai bahan bakar, diperlukan insulin untuk memasukkan gula ke dalam sel. Ibarat insulin akan membuka pintu sel agar gula bisa masuk ke dalam sel," kata Aru.
Aru menjelaskan, seseorang yang menderita diabetes akan terjadi gangguan insulin. Baik insulin tidak terbentuk atau terjadi resistensi insulin alias insulin tidak bekerja dengan baik. Hal ini mengakibatkan, gula tidak bisa masuk ke dalam sel.
Rasa lapar berlebihan disebabkan, karena tubuh penderita diabetes tidak dapat memproduksi atau memanfaatkan insulin.
Hal itu membuat glukosa tetap berada di aliran darah lebih lama dan dikeluarkan. Ini berarti sel tidak memiliki energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi organ tubuh.
Saat kondisi ini terjadi, sel-sel tubuh memberi sinyal bahwa kita harus terus makan demi mendapatkan glukosa yang cukup.
Tubuh akan melakukan langkah alternatif untuk membentuk energi, yakni dengan mengubah lemak menjadi gula. Akibatnya gula darah makin tinggi, karena tidak bisa masuk ke dalam sel.
Akibat lainnya, tubuh penderita diabetes menjadi kurus karena pemecahan lemak.
Cara Mengatasi Rasa Lapar Berlebihan
Peningkatan nafsu makan pada penderita diabetes atau disebut polifagia, bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh.
Disampaikan oleh Dr. dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, K-EMD, FINASIM, pasien disarankan tetap membatasi diri dalam mengonsumsi makanan.
Sebaiknya, pasien diabetes makan sedikit demi sedikit atau memberi jeda, ketimbang langsung makan dalam porsi banyak.
Selain itu, Eliana menyarankan agar penderita diabetes tetap memantau dan menjaga kadar gula darah.
“Diabetes itu tidak bisa disembuhkan tapi dicegah dan jika sudah terdiagnosis harus dijaga supaya tidak memburuk ataupun terjadi komplikasi. Maka mengontrol dan menjaga gula darah tetap normal adalah hal wajib bagi seluruh diabetesi (pasien diabetes), selain memperhatikan juga gaya hidup." tutup Eliana.
Baca artikel menarik lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-makan-lapar.jpg)