Udara Tangsel Masih Buruk, Warga Minta Pemkot Tangsel Cari Solusi Selain Perangi Tabunan
Udara di Tangerang Selatan (Tangsel) masih buruk hingga tidak sedikit anak-anak terserang ISPA.
TRIBUNJAKARTA.COM - Udara di Tangerang Selatan (Tangsel) masih buruk hingga tidak sedikit anak-anak terserang infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
TribunJakarta sempat mewartakan kasus udara buruk Tangsel sejak 1 Agustus 2023.
Saat itu, banyak warga yang mengeluhkan maraknya pembakaran sampah sembarangan.
Salah satu kasusnya berada di Perumahan Pamulang Permai, Pamulang. Seorang anak usia 8 tahun bernama Raya, harus dilarikan ke rumah sakit karena ISPA.
Baca juga: Pembakaran Sampah di Belakang RSU Tangsel Bikin Anak di Pamulang ISPA Sampai Dilarikan ke RS Swasta
Ia terpapar asap pembakaran sampah yang terus menerus dilakukan warga di sekitar RSU Tangsel, tidak jauh dari Pamulang Permai.
Pemkot Tangsel bergerak dengan membuat satgas pengendali pembakaran sampah atau tabunan.
Perang terhadap tabunan pun dilakukan dengan menyebar kontak ponsel.
Siapapun yang mengeluhkan adanya tabunan di sekitar rumah mereka bisa melapor ke nomor tersebut, petugas dari Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup akan datang untuk memadamkan serta mengedukasi pembakarnya.
Satgas bekerja terlihat dari unggahan Instagram @humaskotatangsel.
Setelahnya, ternyata udara Tangsel tak kunjung membaik.
Bahkan isu udara buruk meluas ke area Jabodetabek dan menjadi atensi Presiden Jokowi.
Aplikasi pemantau udara IQAir beberapa kali mencatat wilayah Tangsel dikabuti udara terburuk di dunia.
Hari ini, Selasa (22/8/2023), udara Tangsel masih buruk dan terhitung tidak sehat menurut IQAir.
Konsentrasi polutannya mencapai 77 mikrogram per meter kubik dengan indeks kualitas udara 162, masuk kategori tidak sehat.
ISPA kembali menghantui, khususnya kepada anak-anak yang imunnya tak sekuat orang dewasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Laman-IQAir-tentang-kualitas-udara-Tangsel-yang-tidak-sehat-pada-Selasa-2282023.jpg)