Mengulas Masjid Syarif Abdurachman, Dibangun KSAD Dudung Abdurachman yang Masih Keturunan Walisongo

Masjid Syarif Abdurachman Cirebon, dibangun oleh KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Ia ternyata merupakan keturunan ke 16 Sunan Gunung Jati.

|
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Pintu utama Masjid Syarif Abdurrahman di kawasan wisata Gunungjati, tepatnya di Jalan Alun-alun Ciledug, Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon disterilkan petugas menjelang kedatangan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Jumat (25/8/2023) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Masjid Syarif Abdurachman Cirebon, barusaja diresmikan hari ini, Jumat (25/8/2023).

Sebelumnya, pembangunan masjid tersebut cukup menyorot perhatian.

Sebab Masjid Syarif Abdurachman dibangun di area pemakaman Sunan Gunung Jati, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, atas diinisiasi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Dudung diketahui masih memiliki silsilah keluarga dengan salah seorang tokoh Walisongo, yakni Sunan Gunung Jati.

Dalam silsilah keluarganya, Dudung Abdurachman merupakan keturunan ke-16 dari sunan yang bernama asli Syarif Hidayatullah itu.

Dalam pembangunannya, Dudung menunjuk seorang Brigjen TNI, I Nengah Wiraatmaja untuk memimpin proyek tersebut.

Pembangunan masjid ini memakan waktu sekitar setahun lebih sejak peletakan batu pertamanya di tanggal 22 Mei 2022 lalu.

Nama Syarif Abdurachman diambil dari nama leluhur Dudung Abdurachman, yakni Syarif yang merupakan nama depan Syarif Hidayatullah salah seorang tokoh Walisongo, dan Syekh Abdurachman.

Secara desain, Masjid Syarif Abdurachman dibangun dengan konsep yang megah.

Masjid ini dirancang dengan menonjolkan kearifan lokal Kesultanan Cirebon namun tetap ada campuran dari kearifan-kearifan lainnya di wilayah Jawa.

Masjid ini berdiri di atas lahan 2,8 hektare dengan luas bangunan masjid 1800 m2.

Dengan luas tersebut, Masjid Syarif Abdurachman mampu menampung jemaah hingga 1.750 orang.

Kata Dudung pembangunan masjid tersebut merupakan cita-cita dirinya yang kini sudah berhasil terwujud.

Ia bercerita, dulu orangtuanya kerap mengajak dirinya untuk berziarah ke makam Syarif Hidayatullah ketika masih kecil.

Hingga kemudian ketika dirinya menjadi seorang Kapten TNI, iapun menyadari tidak ada masjid di lokasi tersebut untuk para pengunjung melakukan salat Jumat.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved