Jumlah Pasien Penderita ISPA Meroket, Wali Kota Depok Buka Suara Kabar Terkait Polusi Udara

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan kenaikan jumlah penderita ISPA akhir-akhir ini. Ia buka suara kabar terkait dengan polusi udara.

freepik
Ilustrasi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Wali Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan kenaikan jumlah penderita ISPA akhir-akhir ini. Ia buka suara kabar terkait dengan polusi udara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Wali Kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan kenaikan jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akhir-akhir ini.

Ia mengungkapkan bahwa kenaikannya signifikan, mencapai 100-200 persen.

“Ada peningkatan (jumlah penderita) ISPA di puskesmas, peningkatannya itu sampai signifikan. Perbandingannya itu kalau enggak salah sampai 100-200 persen, sangat tinggi memang,” ungkap Idris saat dikonfirmasi, Minggu (278/2023).

Kondisi ini erat dikaitkan dengan kualitas udara (polusi) yang buruk di Kota Depok dan sekitarnya.

Namun demikian, Idris mengungkapkan kenaikan jumlah penderita ISPA ini juga terjadi pada bulan Juli-Agustus tahun 2022 lalu, yang mana saat itu kualitas udara belum seburuk saat ini.

“Tapi tahun kemarin, 2022 di bulan Juli-Agustus itu sampai peningkatannya dua kali lipat juga. Waktu itu udara tidak seekstrim sekarang, inikan berarti ada sesuatu hal yang lain,” beber Idris.

“Makanya agak sedikit dibenarkan juga analisa bahwa memang dari sisi mobilitas kendaraan transportasi harus lebih diwaspadai masalah ISPA ini,” sambungnya lagi.

Lebih lanjut, Idris mengatakan para penderita ISPA ini mulai berdatangan ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas hingga rumah sakit di Kota Depok, sejak bulan Juli lalu.

“Puskesmas, rumah sakit rata-rata naik, ada peningkatan di bulan Juli. Bila sebelumnya ada 5.000, 10.000, kemarin sampai 50.000 penerimaan (pasien penderita ISPA),” imbuhnya.

Terkait langkah lebih lanjut, Idris mengatakan dirinya sudah meminta dinas terkait agar menyiapkan kebutuhan obat untuk para pasien penderita ISPA ini.

“Obat-obatan pastinya, kemudian saya minta kalau memang tidak ada kepentingan mendesak anak-anak khususnya di rumah saja dulu.


Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved