12 Jam Mengerikan Dilalui Korban Selamat Penculikan Oknum Paspampres, Dicambuk Praka RM Dalam Mobil

Nasib ZF tak semalang Imam Masyukur yang dianiaya sampai akhirnya tewas oleh tiga oknum TNI tersebut. Tetapi peristiwa itu membuat ZF trauma mendalam.

|
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Serambinews.com
Pemuda asal Aceh berinisial ZF (33) berhasil malalui 12 jam mengerikan saat menjadi korban penculikan tiga oknum TNI yang salah satu diantaranya Paspampres. Nasib ZF tak semalang Imam Masyukur yang dianiaya sampai akhirnya tewas oleh tiga orang tersebut. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemuda Aceh berinisial ZF (33) berhasil malalui 12 jam mengerikan saat menjadi korban penculikan tiga oknum TNI yang salah satu diantaranya Paspampres.

Nasib ZF tak semalang Imam Masyukur yang dianiaya sampai akhirnya tewas oleh tiga orang tersebut.

ZF berhasil pulang dengan selamat meski tubuhnya penuh luka akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku.

ZF merupakan warga Sawang, Aceh Utara yang sampai saat ini tak lagi kembali ke Jakarta saking traumanya.

Peristiwa yang dialaminya pada April 2023 atau dua hari sebelum Lebaran itu sangat membekas dalam hidupnya sampai saat ini.

“Sampai sekarang saya belum berani balik ke Jakarta bang. Trauma kali saya,” kata ZF dikutip TribunJakarta.com dari Serambinews.com, Rabu (30/8/2023).

Kekejaman yang dilakukan 3 oknum TNI berinisial Praka RM, Praka J, dan Praka HS terbongkar setelah apa yang dilakukannya kepada Imam Masykur.

Imam Masykur meninggal dunia karena diculik lalu dianiaya para pelaku pada Sabtu (12/8/2023).

Imam Masykur sudah dimakamkan Desa Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Minggu (27/8/2023).

Sebelum meninggal dunia, Imam Masykur sempat menelpon keluarganya untuk meminta uang Rp 50 juta.

Rupanya, Imam Masykur bukanlah korban satu-satunya penganiayaan dan penculikan yang dilakukan para oknum TNI.

ZF adalah salah satu korbannya.

Tampang oknum 3 TNI yang melakukan penculikan dan penganiayaan sampai tewas kepada Imam Masykur.
Tampang oknum 3 TNI yang melakukan penculikan dan penganiayaan sampai tewas kepada Imam Masykur. (Serambinews.com)

ZF yang kala itu sedang berjualan di tokonya di kawasan Bekasi sekira pukul 14:00 WIB tiba-tiba didatangi para pelaku.

ZF menyebutkan, ada empat orang yang datang ke toko tempat ia berjualan.

Satu menggunakan baju polisi dilengkapi senjata api yang disebutnya sebagai Praka RM, dan tiga lainnya menggenakan kemeja putih. Semuanya menggunakan masker.

ZF ingat betul keempat pelaku mengamankan ponsel, uang di dalam laci tokoknya termasuk di dalam celana dan barang-barang berharga lainnya.

ZF lalu masuk ke dalam mobil diminta para pelaku. Di sana, ada beberapa korban lainnya.

“Saat itu mereka turun dari mobil mencari sasaran lain, dapat tiga orang lagi dari dua toko. Semuanya juga orang Aceh,” ungkap ZF.

Ketiga orang itu juga disuruh membuka baju dan matanya ditutup. Lalu diperintahkan tidur di bagasi bersama dua orang lainnya, termasuk ZF.

“Kami berlima ditidurkan di bagasi berdesak-desakan. Mobil kemudian berjalan pelan-pelan,” kenang ZF.

Para pelaku mengancam jika tak mau cacat, harus menyediakan uang Rp 30 juta per orang.

Satu per satu korban yang ada di bagasi dipindahkan ke tengah untuk akhirnya dieksekusi oleh Praka RM.

Praka RM melecut punggung korban dengan kabel listrik.

Kondisi tubuh ZF, pemuda asal Sawang, Aceh Utara, yang ditangkap dan disiksa oknum Paspampres, Praka RM, pada April 2023 lalu.
Kondisi tubuh ZF, pemuda asal Sawang, Aceh Utara, yang ditangkap dan disiksa oknum Paspampres, Praka RM, pada April 2023 lalu. (Serambinews)

“Saya duluan yang dipukul, karena saya duluan yang ditangkap. Sakitnya luar biasa, saya berulang kali teriak takbir. Saat saya terlalu berontak, saya disetrum hingga lemas,” ungkap ZF.

Di saat seluruh badan sudah luka-luka, permintaan uang yang awalnya Rp 30 juta dikurangi menjadi Rp 20 juta.

ZF pun diminta untuk menghubungi temannya meminta uang. ZF akhirnya memberikan Rp 8 juta kepada pelaku.

"Uang di ATM juga diambil, Rp 800.000, juga di dalam kantong Rp 300.000, serta uang yang dilaci toko. Totalnya mungkin sekitar Rp 10 juta,” sebut ZF.

12 jam dilalui ZF bersama empat orang lainnya di antara hidup dan mati.

Hingga akhirnya pukul 02:00 dinihari, para korban diturunkan di pintu tol keluar Terminal Kampung Rambutan.

ZF sangat trauma dengan kejadian yang baru saja dialaminya.

20 hari setelah kejadian itu, ZF memutuskan pulang ke Aceh untuk menenangkan diri.

Sampai saat ini, ZF pun belum mau kembali ke Jakarta saking traumanya.

Menurut ZF, apa yang dialaminya murni perampokan dan pemerasan.

ZF melanjutkan, komplotan Praka RM sudah sering datang menculik pedagang warga Aceh.

“Sudah sering mereka datang, cuma orang yang ditangkap mereka gilir,”

“Kalau bulan ini misalnya kena toko saya, bulan depan mereka datang lagi menyasar toko sebelah,” cerita ZF.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved