Mengandung Formalin dan Boraks, Mi Ayam dengan 3 Ciri Ini Sebaiknya Jangan Dibeli
Hati-hati jajan street food seperti mi ayam, kenali ciri-ciri mi ayam yang mengandung boraks dan formalin. Jangan beli sembarangan.
TRIBUNJAKARTA.COM - Hampir sebagian besar masyarakat gemar menyantap mi ayam.
Selain harganya yang murah, porsi semangkuk mi ayam juga cukup mengenyangkan.
Pedagang mi ayam sangat mudah dijumpai, baik di pinggir jalan maupun ruko-ruko.
Namun, kamu perlu berhati-hati dalam memilih mi ayam yang akan dibeli.
Di zaman yang persaingannya makin ketat ini, ada oknum-oknum pedagang nakal yang mencampurkan bahan-bahan kimia pada makanan.
Sejumlah bahan makanan seperti mi basah, ada yang mengandung zat-zat kimia berbahaya bagi tubuh seperti boraks dan formalin.
Boraks dan Formalin
Boraks dikenal pula dengan nama sodium borate, sodium tetraborate atau disodium tetraborate.
Zat ini banyak dipakai dalam berbagai hal seperti pembuatan kosmetik, deterjen, pembasmi serangga, gelas, dan keramik.
Karena kegunaan boraks adalah sebagai bahan pengawet, banyak yang memanfaatkan kegunanaannya sebagai bahan pengawet makanan.
Selain dapat menyebabkan demam, mual, dan gagal ginjal boraks dapat menyebabkan kematian.
Sedangkan formalin merupakan senyawa larutan terdiri dari 37 persen persen formaldehida dengan air dan sedikit metil alkohol.
Kegunaan senyawa formalin adalah untuk disinfektan, pestisida, pembuatan vaksin, pembuatan produk rumah tangga, serta mengawetkan spesimen biologis, dan pembalseman.
BPOM memberikan panduan dan beberapa cara membedakan mi basah bebas zat kimia dan yang diberi tambahan zat kimia.
Tentu kamu tidak ingin makanan yang kamu konsumsi mengandung boraks dan formalin bukan?
Lantas, bagaimana cara mengetahui makanan yang kita beli itu aman, khususnya mi ayam?
Ciri-Ciri Mi Ayam yang Sebaiknya Jangan Dibeli
Dilansir Kompas.com berikut ciri-ciri mi yang mengandung formalin dan boraks:
1. Tahan dalam waktu lama
Pelaksana Tugas Deputi Pengawasan Pangan BPOM saat itu, Tetty H Sihombing mengungkapkan, ada beberapa ciri yang membedakan mi basah berformalin dengan yang tidak berformalin.
Tetty menjelaskan, mi basah yang mengandung formalin biasasanya lebih tahan lama.
Mi tersebut tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar 25 derajat celsius.
"Kalau di suhu lemari es sekitar 15 derajat celsius, mi berformalin bisa tahan lebih dari 15 hari," kata Tetty.
2. Baunya menyengat
Sementara, ada juga ciri utama yang paling kentara dalam membedakan mi berformalin, yakni dikenali melalui baunya.
Menurut Tetty, mi yang mengandung formalin sering kali tercium bau yang menyengat, seperti bau formalin.
3. Mi tidak lengket
Selain itu, ciri lain yang membedakan mi berformalin adalah dengan cara melihat tekstur mi tersebut.
Tetty membebeerkan, mi mengandung formali biasanya tidak lengket dan mi lebih mengkilap dibandingkan mi normal atau tanpa formalin.
Selain dilakukannya pengecekan kandungan formalin menggunakan indera tubuh, bisa juga pengecekan dilakukan dengan test kit.
"Ada test kit. Sederhana operasinya, namun memerlukan keahlian. Biasa kami pakai di mobil laboratorium keliling Badan POM. Tentu di lab lebih komprehensif. Lab kantor BPOM kami di seluruh Indonesia sudah biasa melakukannya," ujar Tetty.
Tetty pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan tampilan mi yang menarik, karena bisa jadi mi tersebut mengandung formalin dan perlu diwaspadai.
Dampak Mengonsumsi Makanan Mengandung Boraks dan Formalin
Jika terhirup
Bisa menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan, sukar bernafas, nafas menjadi pendek, sakit kepala, dan kanker paru-paru.
Jika terkena kulit
Kemerahan, gatal, kerusakan pada mata, pandangan kabur, hingga bisa menyebabkan kebutaan.
Jika tertelan
Mual, muntah, diare, perut perih, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, hingga kerusakan hati.
Kebanyakan masyarakat belum mengetahui cara membedakan makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya atau tidak.
Baca artikel menarik lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-mi-ayam-2.jpg)