Bentrok Ormas di Bekasi

Polisi Bantah Pakai Senjata Api dan Gas Air Mata Saat Lerai Bentrok Ormas di Bekasi

Polisi membantah pakai gas air mata dan senjata api saat melerai bentrok antar ormas di Jalan Setu Bantargebang, perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Tangkapan layar akun Instagram yang membagikan temuan peluru nyasar di rumahnya pasca bentrok ormas di Bekasi. Polisi membantah pakai gas air mata dan senjata api saat melerai bentrok antar ormas di Jalan Setu Bantargebang, perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Polisi membantah pakai gas air mata dan senjata api saat melerai bentrok antar ormas di Jalan Setu Bantargebang, perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi.

"Enggak ada sama sekali, nembak gas air mata," kata Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari, Sabtu (22/9/2023).

Menurut dia, situasi yang terjadi di Kota Bekasi pada malam kejadian Rabu (20/9/2023) bukan massa yang berkumpul seperti unjuk rasa.

Sehingga, penggunaan gas air mata tidak dilakukan sama sekali untuk melerai kerumunan massa yang ada di lokasi kejadian.

"Kita enggak ada sama sekali, kalau ada itu bubarlah semua itu orang ramai banget massa di situ," jelas dia.

Hal yang sama juga terkait temuan peluru nyasar di salah satu rumah warga, Polres Metro Bekasi Kota membantah menggunakan senjata api untuk peringatan apalagi melumpuhkan.

"Tidak ada tembakan sama sekali, orang udah selesai kok (bentrokannya)," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, warga pengunjung restoran cepat saji di Dukuh Zamrud Mustikajaya membagikan video detik-detik mencekam saat terjadinya bentrok ormas.

Video tersebut diunggah sejumlah akun media sosial, terlihat anak-anak dan pengunjung restoran menutup hidung dan mata mereka lantaran terdampak gas air mata.

Selain gas air mata, seorang warga dengan akun Instagram @nrachmawan membagikan unggahan rumahnya terkena peluru nyasar.

Dalam video yang dia unggah, akun Instagram @nrachmawan menunjukkan bagian plavon rumahnya bolong akibat tertimpa peluru nyasar.

Dia juga menunjukkan bukti sebutir peluru yang masuk ke dalam rumahnya, serta lantai yang lecet diduga bekas hantaman amunisi senjata api.

Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved