Melihat Fenomena Hari Tanpa Bayangan yang Terjadi di Jakarta
Fenomena ‘hari tanpa bayangan’ atau kulminasi matahari terjadi di wilayah DKI Jakarta siang ini.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fenomena ‘hari tanpa bayangan’ atau kulminasi matahari terjadi di wilayah DKI Jakarta siang ini.
Sebagai informasi, fenomena ini terjadi akibat rotasi bumi yang mengeliling matahari.
Posisi Jakarta pun tepat tegak lurus dengan arah datang sinar matahari.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, kulminasi utama atau saat matahari tepat berada di atas pengamat terjadi siang tadi sekira pukul 11.40 WIB.
Fenomena ini pun menyebabkan bayangan tegak, sehingga menimbulkan seolah bayangan tersebut menghilang.
Pantauan TribunJakarta.com di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, fenomena ini menyebabkan bayangan yang tercipta terlihat tegak lurus dengan posisi tubuh.
Padahal, biasanya bayangan yang terbentuk cenderung lebih besar dan mengarah ke kanan atau kiri tergantung arah datangnya sinar matahari.
BMKG juga menyebut, fenomena ‘hari tanpa bayangan’ ini terjadi dua kali dalam setahun di Indonesia.
Hal ini terjadi karena letak Indonesia berada di sekitar wilayah khatulistiwa.
Khusus untuk Kota Jakarta, selain hari ini ‘hari tanpa bayangan’ juga terjadi pada 5 Maret 2023 lalu.
Pada saat ‘hari tanpa bayangan’, umumnya pancaran sinar matahari akan terasa lebih terik dan panas.
Sebab, posisi tegak lurus dengan arah sinar matahari menyebabkan pancaran sinar lebih terkonsentrasi.
Berikut jadwal ‘hari tanpa bayangan’ atau kulminasi matahari di lokasi lain di Indonesia:
- Bogor: 10 Oktober 2023, pukul 11.39 WIB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Bayangan-beberapa-orang-yang-berdiri-di.jpg)