Anggota BNN Getok Pemotor Pakai Senjata
Pemotor di Cawang Dipopor Senjata Api Pria Mengaku Aparat, Polisi Langsung Bergerak
Seorang pemotor dipopor senjata api saat cekcok dengan pria mengaku aparat di Cawang, Jakarta Timur.
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Seorang pengendara sepeda motor di Jalan Mayjen Sutoyo, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata api.
Berdasar rekaman video dan narasi yang beredar di media sosial, korban dianiaya saat hendak merelai perkelahian di tepi Jalan Mayjen Sutoyo, namun dia justru dianiaya oleh pelaku.
Meski sejumlah pengendara sempat berupaya melerai perkelahian tapi pelaku tampak tetap emosi, bahkan menantang korban untuk melapor kepada pihak kepolisian.
"Panggil polisi, panggil. Panggil saja. Dia duluan memukul saya Pak. Panggil polisi, panggil polisi saya tunggu," kata pelaku sebagaimana dalam video yang beredar di media sosial.
Warga sekitar, Tomo (45) mengatakan penganiayaan sebagaimana dalam video terjadi pada Senin (6/11/2023) sekira pukul 08.00 WIB saat korban dan pelaku melaju dari arah Cawang ke Pulogadung.
"Tiba-tiba langsung ditutuk (dipukul) kepalanya pakai senjata api sampai korbannya itu berdarah. Dia mengaku anggota (aparat) juga," kata Tomo di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (7/11/2023).
Lantaran pelaku membawa senjata api dan mengaku sebagai aparat, pengendara di sekitar lokasi kejadian tidak dapat berbuat banyak selain menolong korban agar tidak terus dianiaya.
Saat pelaku meninggalkan lokasi pun pengendara lainnya tidak berani mencegahnya, sehingga warga tidak mengetahui pasti identitas pelaku penganiayaan tersebut.
"Kalaupun dia anggota jangan sampai mengeluarkan senjata ya. Apalagi sampai buat mukul warga biasa (sipil). Harusnya yang bawa senjata api itu orangnya enggak gampang emosi," ujarnya.
Terlebih saat kejadian pelaku justru menantang korban untuk melaporkan ulah penganiayaan dilakukan kepada polisi seakan tidak takut dengan proses hukum yang ada.
Tomo menuturkan akibat kejadian warga yang beraktivitas di kawasan Jalan Mayjen Sutoyo kini resah dan berharap pelaku dapat diproses hukum sesuai ketentuan atas ulah dilakukan.
"Ya mudah-mudahan enggak ada kasus kayak begitu. Kita warga kecil kan takut juga kalau melihat orang bawa senjata api terus main pukul begitu. Harapannya ya ada ganjarannya," tuturnya.
Awak media sudah berupaya mengonfirmasi penanganan kasus kepada Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Leonardus Simarmata dan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Gunarto.
Namun hingga berita ditulis kedua pejabat utama di jajaran Polres Metro Jakarta Timur tersebut urung merespon terkait penanganan kasus penganiayaan menggunakan senjata api itu.
Sementara Kapolsek Kramat Jati Kompol Rusit Malaka menuturkan pihaknya belum dapat memberi keterangan lebih lanjut karena masih mengecek informasi terkait penganiayaan yang terjadi.
"Akan dicek terlebih dahulu," kata Rusit.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.