Cerita Kriminal

Sepekan Kasus Pembobolan Rumah Wartawan di Pamulang Belum Ada Titik Terang

Kasus pembobolan rumah wartawan media online belum menemui titik terang hingga hari ini, Senin (13/11/2023).

Tayang:
Tribunnews.com
Ilustrasi garis polisi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus pembobolan rumah wartawan di kawasan Pamulang Permai, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), belum menemui titik terang hingga hari ini, Senin (13/11/2023).

Perlu diketahui, pembobolan ini terjadi pada sekira pukul 03.00 WIB, Senin 6 November 2023 lalu.

Artinya telah satu minggu pihak kepolisian belum mengungkap kasus tersebut.

Pemilik rumah sekaligus korban pencurian, MRH (29), mengatakan anggota Polsek Pamulang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) saat hari kejadian.

"Ya, ada anggota Polsek Pamulang langsung cek TKP ke rumah saya pada hari yang sama, yang saya ingat sekira jam enam pagi (tanggal 6 November 2023)," kata MRH, Senin (13/11/2023).

Kemudian, kata MRH, dua hari setelah kejadian, anggota Polsek Pamulang kembali mengecek rumahnya.

Selain itu, terdapat dua orang yang bekerja di Pacuan Kuda Pamulang didatangi polisi guna memintai keterangan.

"Pada tanggal 10 November saya menanyakan perkembangan kasus ini ke anggota Polsek Pamulang. Mereka mengabarkan telah memintai keterangan dua pria yang bekerja di area Pacuan Kuda," ujar MRH.

"Polisi juga sudah melihat lokasi kejadian, tapi pada Jumat itu polisi memeriksanya lokasi yang ada di belakang rumah saya (Pacuan Kuda)," lanjutnya.

MRH pun mempertanyakan kasus pencurian yang membuat dirinya kehilangan berharga bernilai Rp 40 juta itu, terkesan landai.

Pada Sabtu 12 November 2023, kepada polisi, MRH kembali menanyakan keberadaan barang bukti berupa handphone dan laptop yang diambil maling.

Ilustrasi Pencurian Rumah.
Ilustrasi Pencurian Rumah. (Tribun Lampung)

Sebab, MRH telah memberikan kode imei barang elektronik miliknya tersebut kepada polisi.

MRH berharap aparat yang berwenang ini mampu melacak keberadaan barang tersebut.

"Ya polisi jawab 'kita masih berusaha' dan 'lagi di-tracing sama tim IT'," beber MRH.

Tak berhenti di situ, usaha MRH pun berlanjut menanyakan perkembangan kasus ini kepada Kapolres Tangsel, AKBP Faisal Febrianto, melalui pesan di WhatsApp.

"Sudah saya tanyakan langsung ke Kapolres Tangsel di hari Minggu (12 November 2023), tapi belum ada jawaban," kata MRH.

Saat TribunJakarta mengonfirmasi perkembangan kasus tersebut, Kapolsek Pamulang, Kompol Ghulam Nabhi enggan mengungkapkannya.

"Untuk pemberitahuan perkembangan perkara nanti kami laporkan tertulis kepada pelapor," kata Ghulam melalui aplikasi pesan singkat.

Kronologi Kejadian

Pembololan rumah Wartawan ini berlangsung pada pukul 03.00 WIB, Senin 6 November 2023.

MRH menuturkan, pada pukul 21.30 WIB, sedang tidur bersama istrinya di kamar. Suasana di luar rumah saat itu sepi.

Satpam yang biasanya berjaga-jaga pun dikabarkan sedang pulang kampung, menjenguk istrinya yang hendak dioperasi.

Singkat cerita, sang istri, berinisial Q (26), terbangun dari Kasur dan melihat sosok pelaku yang tengah berdiri di depan pintu kamar.

Q tersontak kaget, lantas membangunkan MRH yang tidur di sebelahnya lalu berteriak maling.

“Maling, maling, maling,” teriak Q ke arah pelaku.

Q mengatakan, pelaku yang mengenakan jaket (hoodie) berwarna gelap langsung kabur melalui jendela kaca dekat dapur.

“Dia kabur lewat jendela terus manjat tembok rumah (halaman belakang) yang di sana tempat Pacuan Kuda Pamulang,” tutur Q.

Setelah pelaku kabur, Q dan MRH tersadar barang-barangnya dibawa kabur pelaku yang juga mengenakan celana panjang, berbadan kurus, dan tinggi tubuhnya sekira 170 sentimeter.

“Dua iPhone hilang (iPhone 7 dan iPhone 11), ditambah handphone Samsung A 50, dan laptop bermerek HP Paviliun berwarna hitam lengkap dengan mouse, charger, dan joy stick,” beber MRH.

“Adapun barang yang hilang juga cincin pernikahan, uang tunai di dalam dompet senilai hampir lima ratus ribu (Rp500 ribu), dan kartus press,” lanjutnya.

Melapor ke Polsek Pamulang

Dua jam setelah kejadian, mereka langsung melaporkan hal ini ke Polsek Pamulang. Surat tanda penerimaan laporan pun termaktub di nomor LP/B/852/XI/2023K//2023/SPKT/SEK.PAMULANG/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.

Laporan ini dibantu oleh Aiptu Iskandar Ahmad, anggota Polsek Pamulang.

Laporan selesai, kemudian Tim 3 Serse Polsek Pamulang pun mendatangi rumah korban guna melakukan pengecekan.

“Kami bantu penyelidikan,” kata polisi tersebut

Diketahui, total kerugian yang dialami korban hampir menyentuh nilai Rp40 juta.

Korban berharap polisi dapat menangkap para pelaku tersebut.

“Kami berharap pelaku segera tertangkap, karena sudah membikin saya rugi materil dan non materil, istri pun trauma,” ucap MRH.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved